Selasa 07 Jun 2016 06:53 WIB

Kampanye ‘Reading Nation’ Dubai Menyumbang Buku untuk Negara Islam

Rep: c35/ Red: Andi Nur Aminah
Kota Dubai, Uni Emirat Arab
Foto: Arabian Bussines
Kota Dubai, Uni Emirat Arab

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Pemerintah Dubai menginisiasi kampanye ‘Reading Nation’ yang diluncurkan pada bulan suci Ramadhan oleh Wakil Presiden, Perdana Menteri dan penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al Maktoum. Hal ini sejalan dengan arahan Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan untuk menyatakan 2016 sebagai tahun membaca.

Menurut Wakalat Anba'a al-Emarat (WAM) Senin (6/6), kampanye tersebut bertujuan mendistribusikan lima juta buku untuk anak-anak di kamp-kamp pengungsian dan sekolah-sekolah di seluruh dunia. Selain itu kampanye tersebut juga akan membangun lebih dari 2.000 perpustakaan di berbagai negara Arab dan negara Islam. Juga dukungan berbagai program pendidikan yang diselenggarakan oleh organisasi kemanusiaan.

“Kami bangga dengan adanya kampanye ‘Reading Nation’ pada bulan Ramadhan ini. Terlebih kampanye ini memicu perusahaan-perusahaan besar untuk ikut berkontribusi. Inisiatif kemanusiaan bangsa ini secara kolektif bertekad untuk menghadapi dilema sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari kebodohan dan kekurangan pengetahuan dalam masyarakat Arab dan Muslim,” kata Mohammed Al Zarouni, Manajer Bulan Sabit Merah di Dubai, Senin (6/6) waktu setempat.

Menurut Al Zarouni, pesan inspiratif dari kampanye tersebut mencerminkan visi jangka panjang Uni Emirat Arab (UAE) untuk memenuhi kebutuhan generasi mendatang di dunia Arab dan Islam. Dia percaya bahwa pengembangan UEA dan kontribusi kemanusiaan tersebut akan menjadi model peran global.

Al Zarouni menegaskan umat Islam tidak akan mampu mencapai tujuan pembangunan tanpa adanya upaya untuk membasmi kebodohan, kemiskinan dan serba kekurangan. Menurut dia buku merupakan hal yang sama pentingnya dengan makanan pada era ini untuk generasi muda.

Sementara salah satu perusahaan valuta asing dan perusahaan jasa pengiriman uang yang berbasis di UEA, Al Ansari Exchange turut berkontribusi aktif dalam kampanye tersebut. Mereka menyumbangkan Rp 3,62 miliar untuk kelangsungan kampanye itu.

Mohammed Ali Al Ansari, CEO sekaligus Managing Director Al Ansari Exchange mengaku hal itu merupakan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat. "Keterlibatan kami dalam inisiatif ini menegaskan kembali upaya tak kenal lelah kami dalam memberikan dukungan masyarakat dan layanan sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Islam sepanjang bulan suci untuk memperkuat ikatan sosial dan membantu mereka yang membutuhkan,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement