Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Hasyim : Kelompok Jangan Mudah Proklamirkan Konflik dan Perang

Jumat 17 Dec 2010 12:07 WIB

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Stevy Maradona

Hasyim Muzadi

Hasyim Muzadi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS), KH Hasyim Muzadi meminta kelompok Islam tidak mudah memplokamirkan konflik dan perang baik sesama Muslim ataupun terhadap Non Muslim.

Sebab, peperangan dalam Islam bukan persoalan sepele harus melalui instruksi khalifah sebagai pemimpin tertinggi umat. Umat Islam justru harus mendakwahkan Islam adalah agama kasihsayang yang diperuntukkan untuk seluruh alam semesta.

"Jangan lupa yang diuntungkan dengan kedatangan Islam bukan hanya Islam, tapi seluruh alam tak terkecuali non Muslim,"jelas dia saat menyampaikan taushiyah dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1432 H dan Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa yang digelar oleh DPP PPP, di Jakarta, Kamis (16/12) malam.

Hasyim menjelaskan, peristiwa hijrahnya Rasulullaj ke Madinah merupakan pengukuhan tentang jatidiri dan keagungan Islam. Islam di tengah-tengah entitas agama dan budaya yang beragam di Madinah tidak masuk secara frontal.

Pendekatan yang dilakukan adalah dengan kearifan dan kebijaksanaan//dakwah bil hikmah//. Islam tidak menghilangkan komunitas Non Muslim baik Nasrani ataupun Yahudi yang telah ada di Madinah. Bahkan eksistensi mereka diakui dalam sebuah perjanjian //mitsaq// yang kemudian masyhur dikenal dengan piagam Madinah.

Islam mengatur hubungan antara Islam dengan Non Islam. Hak sebagai warga negara seperi jaminan keamanan, pendidikan, dan ekonomi tetap diberikan kepada Non Muslim secara sejajar tanpa memandang agama sejauh tidak melanggar syariat.

 

Dalam konteks Indonesia, dijelaskan Hasyim yang juga Mantan Ketua Umum PBNU ini, para pemimpin dan tokoh Islam harus mampunyai komitmen dan konsistensi mengangkat nilai-nilai Islam. "Gerakan kultural yang bedakan metode dakwah dengan negara lain karena kekayaan suku budaya Indonesia yang jumlahnya 200 lebih kalau Timur Tengah budaya, bahasa, dan karakter sama," tutur dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA