Selasa 01 Dec 2015 21:11 WIB

Muslim Lebih Rentan Alami Diskriminasi Rasisme

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Andi Nur Aminah
Muslim Australia
Foto: Australia Plus
Muslim Australia

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Sebuah survei di Australia menyebutkan bahwa umat Muslim lebih rentan terhadap diskriminasi rasial daripada kelompok lainnya. Survei kehidupan Muslim dilakukan di Sydney sebagai kota paling banyak penduduknya di Australia. 

Sekitar 57 persen partisipan mengaku mengalami beberapa bentuk pelecehan kefanatikan atau rasisme. Menurut para peneliti, hal ini mengindikasikan tingkat kecurigaan terhadap Muslim tiga hingga lima kali lipat lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Penelitian ini dilakukan oleh Western Sydney University, Charles Sturt University dan Islamic Sciences and Research Academy. Penelitian mensurvei 600 Muslim Sydney. Dikutip dari ABC Network Australia, hasil survei tersebut sebagai berikut:

1. Sebanyak 57 Persen mengalami pengalaman rasisme

2. Sebanyak 62 persen mengalami rasisme di tempat kerja atau ketika mencari pekerjaan

3. Sebanyak 1 dari 10 Muslim Sydney beresiko sangat tinggi mengalami rasisme

4. Sebanyak 86 pesen percaya bahwa hubungan antara Muslim Australia dan non Muslim cukup bersahabat

5. Pengangguran tinggi diantara Muslim sekitar 8,5 persen jika dibandingkan dengan angka pengangguran pada populasi Sydney yaitu 3,7 persen

Menurut para peneliti, hal ini merupakan konsekuensi dari meningkatnya radikalisme yang mengatasnamakan Islam di Timur Tengah. "Ini terjadi karena semua hal yang terjadi di seluruh dunia dan beragamnya representasi Muslim," kata pemimpin survei, Kevin Dunn, seperti dikutip Washington Post.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement