Ahad 16 Aug 2015 21:08 WIB

PPP Menilai Pemerintah Menyudutkan Keberadaan Islam

Rep: C07/ Red: Ilham
 Ketum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz (kanan) tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/6).  (Antara/Reno Esnir)
Ketum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz (kanan) tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/6). (Antara/Reno Esnir)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Mukatamar Jakarta, Djan Faridz mengatakan, kemerdekaan Indonesia semakin jauh dari harapan. Kemunduran tersebut, kata Djan, cukup signifikan dibanding periode sebelumnya.

"Kami meresahkan adanya ketersudutan umat Islam di Indonesia," ujar Djan dalam acara Kenduri Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-70  di kantor DPP PPP, Jakarta, Ahad (16/8).

Menurut Djan, banyak ide-ide dari masyarakat Islam yang tidak digubris. Terutama saat umat Islam memberikan masukan kepada pemerintah untuk menyetarakan Islam. "Termasuk membaca Alquran dengan gaya macam-macam. Mudah-mudahan tidak berlanjut lagi," ucapnya.

Djan menegaskan, PPP akan memperjuangkan agar Islam dapat memiliki porsi yang lebih baik dan lebih besar dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia. Djan juga menyampaikan, PPP merupakan pelopor dalam mengadakan kenduri kemerdekaan yang merupakan malam renungan menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada Senin (17/8).

"Acara renungan seperti ini selama ini tidak pernah dikerjakan Parpol lain. Kami ingin memberi contoh ke Parpol lain untuk tidak hanya mengurus urusan politik," kata Djan.

Ia berharap agar semua Parpol dapat meniru yang dilakukan PPP membuat acara syukuran kemerdekaan Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement