Kamis 02 Jul 2015 10:22 WIB

Maarif Institute Luncurkan Biografi Intelektual Buya Syafi’i Maarif

Rep: c38/ Red: Damanhuri Zuhri
Ahmad Syafii Maarif.
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Ahmad Syafii Maarif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maarif Institute akan meluncurkan buku biografi intelektual Buya Syafii Maarif dengan judul Muazin Bangsa dari Makkah Darat: Biografi Intelektual Ahmad Syafii Maarif. Peluncuran buku ini merupakan rangkaian agenda peringatan 80 tahun Ahmad Syafii Maarif.

“Penerbitan ini merupakan upaya untuk merekam riwayat intelektualisme Buya Syafii Maarif yang selama ini berkembang di ruang publik,” kata Direktur Eksekutif Maarif Institute, Fajar Riza Ul Haq, dalam rilis yang diterima Republika, Kamis (2/7).

Ia berharap kehadiran buku ini dapat memberikan sumbangan dalam memperkaya mozaik Islam Indonesia yang penuh kekhasan. Menurutnya, dunia Islam membutuhkan alternatif ketika Timur Tengah didera pertikaian dan konflik, di sinilah Islam Indonesia mempunyai modal untuk menjadi kiblat baru.

Editor Ahmad Fuad Fanani menambahkan, kelebihan utama buku ini adalah penjabaran lebih detail terkait gagasan-gagasan dan pemikiran Buya. Buku terbaru ini menjadi semacam tafsir terhadap pelajaran-pelajaran yang selama ini disampaikan Buya Syafii.

Buku setebal 432 halaman ini merangkum kontribusi pemikiran dari belasan intelektual. Di antaranya, Amin Abdullah, Noorhaidi Hasan, Mun’im A Sirry, Hilman Latief, Akhmad Sahal, Alois A. Nugroho, Neng Dara Afifah, Sumanto Al Qurtuby, Abdul Munir Mulkhan, William Frederick, dan lain-lain.

“Ia tidak menekankan pada catatan prestasi, sejarah, dan pengalaman hidup, serta perannya dalam negara, tapi pada kontribusi dan konsekuensi yang terbangun dengan gagasan dan pemikiran Buya selama ini,” kata Fuad.

Acara peluncuran buku digelar Jumat (3/7) di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Barat. Sejumlah tokoh dijadwalkan menghadiri acara ini, seperti Johan Budi, Basuki Tjahaya Purnama, Komaruddin Hidayat, Sudhamek AWS, Rizal Sukma, Hajriyanto Thohari, Romo Frans Magnis Suseno, Pdt. Gomar Gultom, Teten Masduki, dan lain-lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement