Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Negara Belum Perhatikan Dai Daerah Terpencil

Kamis 19 Mar 2015 10:49 WIB

Rep: c 94/ Red: Indah Wulandari

Perahu Dakwah AFKN.

Perahu Dakwah AFKN.

Foto: Dok AFKN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah dinilai kurang memperhatikan kesejahteraan dai di wilayah terpencil Indonesia.

“Padahal dakwah di daerah terpencil itu adalah ujung tombak pertahanan NKRI,” kata Kepala Bidang Layanan Umat PP Hidayatullah Tasrif Amin, Kamis (19/3).

Elemen yang memperkuat NKRI itu adalah persoalan pembinaan umat.  Sehingga lembaga Hidayatullah lebih konsentrasi pada daerah terpencil yang akanberpengaruh langsung pada situasi negara.

“Akibat  belum adanya regulasi terkait dakwah dai di daerah terpencil, ujarnya,  berdampak pada performa dai yang harus mencari sumber penghidupan pula.

Tasrif mencontohkan, profesi guru semakin tepencil semakin sejahtera. Namun, berbeda dengan dai yang tugasnya membina umat.

Maka, ia  berharap para dari yang juga termasuk imam masjid, khotib, mubaligh, dan guru mengaji mendapatkan perhatian dengan penyaluran dari keuangan negara.

 

“Sambil berdakwah, mereka sambil cari uang. Sehingga dinilai tidak terlalu simetris dengan tugasnya,”ungkap Tasrif.

Jika semisalnya para dai ini sudah tenang dengan penghidupannya, ia yakin hal itu berpengaruh pada kualitas dakwahnya.

Faktor eksternalnya, lanjut Tasrif, ketika para dai harus berhadapan dengan medan lingkungan terpencil. Sudah tidak aneh, jika para dai harus mendaki gunung atau mengadapi fasilitas dan sarana terbatas.

“Tapi mau apapun alasannya para dai tidak akan mundur karena itu tugas mulia,”ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA