Kamis 17 Jan 2013 17:16 WIB

Mufti Malaysia: Islam tak Persoalkan Kata 'Allah' Dipakai Agama Lain

Mencintai Allah (ilustrasi).
Foto: Wordpress.com
Mencintai Allah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR--Mantan Mufti Perlis, Datuk Mohd Asri Zainul kembali berkomentar soal kontroversi pelarangan penggunaan kata "Allah" dalam Alkitab versi Melayu. Menurut dia, Islam tidak pernah melarang agama manapun dalam menyebut kata "Allah".

"Pemerintah seharusnya tidak menggunakan agama sebagai alasan karena Islam memungkinkan penganut agama lain untuk menyebut Tuhan mereka dengan kata "Allah"," papar dia seperti dikutip The Malaysian Insider, Kamis (17/1).

Ia mengungkap di masa lalu hingga kini, umat Yahudi dan Kristen di Timur Tengah menggunakan kata "Allah" tanpa muncul masalah. Tetapi umat Islam disini telah menyatakan penggunaan kata "Allah" ekslusif hanya untuk mereka.

"Jika anda mengunjungi Timur Tengah, jangan heran ketika anda mendengar orang Yahudi dan Kristen menyebut nama Daud, Ibrahim, dengan diikuti frase pujian kepada Allah. Itulah kenyataaanya," kata dia.

Ia menampik kalau sikapnya ini merupakan pembelaan terhadap umat Kristen. Namun, ia lebih melihatnya sebagai fakta, bahwa "Allah" mengacu pada hal yang lebih tinggi bukan berhala. "Baru keliru ketika non-Muslim menyebut "Allah" untuk dewa-dewa atau hal lainnya," kata dia.

Untuk itu, lanjut dia, perlu ada pedoman. Nantinya, melalui pedoman ini akan menghindarkan sengketa. Lebih penting lagi, menghindarkan diri dari perpecahan.

"Kita tentu tidak menginginkan ketegangan. Karena itu perlu peraturan di sini. Contohlah apa yang diajarkan dalam agama Islam sehingga kalangan Muslim tidak perlu sakit kepala," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement