Kamis 29 Dec 2011 13:10 WIB

Komunitas Muslim Boikot Walikota New York

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Seorang Muslim berjalan melintas di depan petugas polisi kota New York (NYPD) yang sedang bertugas.
Foto: newsone.com
Seorang Muslim berjalan melintas di depan petugas polisi kota New York (NYPD) yang sedang bertugas.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK--Komunitas Muslim memboikot undangan sarapan pagi Walikota New York, Michael Bloomberg, pada Jum'at (29/12) besok. Alasan boikot itu adalah bentuk protes terhadap pengawasan berlebihan kepolisian New York kepada komunitas Muslim.

 

Dalam surat yang dikirimkan 14 pemimpin Muslim Rabu (23/12) kemarin, mereka

mengatakan tidak akan menghadiri undangan sarapan pagi karena sangat terganggu dengan perlakuan kepolisian New York. Menurut mereka, operasi penyamaran aparat polisi New York merupakan bentuk intimidasi seolah seorang Muslim akan melakukan kejahatan.

 

Seorang pendeta yang juga profesor di Universitas FOrdham mengutuk keras kebijakan kepolisian New York. Ia menilai kebijakan itu melanggar hak asasi Muslim. "Kami juga terganggu dengan bantahan walikota dan Komisaris polisi New York, Raymond W Kelly," kata dia seperti dikutip nytimes.com, Kamis (29/12).

 

Juru bicara Departemen Kepolisian, Paul J. Browne, mengatakan NYPD berhak untuk melakukan penyelidikan terkait teroris. Ia pun membantah ada keterlibatan pihak lain, termasuk Dinas Rahasia Amerika (CIA). "Tidak ada pelanggaran dan kami juga memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat," katanya.

 

Juru bicara walikota, Stu Loeser, mengatakan kepolisian New York tetap mempertahankan ikatan kuat mereka dengan masyarakat Muslim. "Bahkan komisaris telah berbicara di Masjid Salaam, Bronx, guna mengumumkan statistik kejahatan besar sepanjang tahun 2011," kata dia.

 

Direktur Hubungan Arab-Amerika, Linda Sarsour mengatakan kepolisian dan Walikota  New York perlu memberikan penjelasan kepada komunitas Muslim. Menurut dia, penjelasan itu akan memberikan ketenangan kepada komunitas Muslim. "Yang lebih penting lagi, jangan sampai penyelidikan itu memarjinalkan komunitas Muslim," harapnya. 

 

Sebelumnya, walikota bersama Komisaris Polisi, Raymond W Kelly membantah keras hal itu. Menurut mereka, kepolisian New York tidak menarget Muslim tapi hanya menjalankan tugas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement