Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Menghapus Kebencian di Manteca

Kamis 13 Feb 2014 18:14 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

muslim amerika

muslim amerika

Foto: huffingtonpost.com

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh; Ferry Kisihandi

Pintu-pintu dibuka. Selama dua jam warga non-Muslim berkesempatan memasuki Islamic Center of Manteca, California, AS.

Puluhan orang melangkahkan kakinya ke dalam bangunan masjid itu. Lebih jauh, mereka mengenal dan memahami komunitas Muslim di sana.

Pada Ahad (9/2), pengurus masjid memang sengaja mengundang non-Muslim melalui acara open house. Tepatnya, lebih dari sepekan setelah terjadi vandalisme pada masjid. Upaya membuka diri dinilai sebagai cara tepat mengurangi kesalahpahaman terhadap Islam.

“Kami ingin menyambut kedatangan tetangga dan teman-teman kami dan membiarkan mereka tahu ada komunitas yang sama sekali tak beda dengan komunitas lainnya,” kata Ma'sood Cajee, salah satu panitia open house.

Banyak orang belum berkesempatan melihat bangunan masjid serta seluruh kegiatan yang ada di dalamnya.

Dengan demikian, kata Cajee, mereka belum mengenal komunitas Muslim dengan baik. Islamic Center of Mantace di 1058 S Union Road ini adalah bangunan baru.

Namun, bangunan ini beberapa kali menjadi target vandalisme. Pada 23 November 2013, lima bulan setelah pembangunan masjid usai, kalimat syahadat yang tertera di bangunan ini tertutup semprotan cat. Insiden lainnya terjadi pada 28 Januari 2014.

Pesan-pesan kebencian terhadap Muslim tertera pada bangunan masjid. Daging babi mentah pun ditemukan di tempat parkir. Sebuah tindakan penghinaan terhadap Muslim. Sebab mereka tahu, Muslim dilarang mengonsumsi daging babi.

Kelompok pembela hak asasi manusia, mendorong pemerintah menyelidiki tindakan sarat kebencian itu. “Kejadian yang sangat menyedihkan. Tapi, tak semua warga Manteca berperilaku seperti itu,” kata Cajee kepada laman berita Recordnet, Senin (10/2).

Menurut dia, sebagian warga lainnya mendukung Islamic Center of Manteca. Apalagi, masjid ini menjalankan aktivitas seperti tempat ibadah lainnya. Sebagai tempat untuk beribadah, berkumpul, dan memberikan bantuan kepada mereka yang tak mampu.

Jal Thalman, warga Manteca, merupakan salah satu orang yang tertarik memasuki Islamic Center of Manteca. Ia mengelilingi bangunan dan bertanya tentang Islam. “Saya mengajak jamaah gereja saya.” Ia anggota Church of Jesus Christ of Latter-day Saints.

Thalman juga bekerja di klinik gigi bersama Mohammad El Farra, imam masjid di  Manteca itu. “Semua agama di sini mempunyai hubungan baik tinggal memperkuatnya saja,” katanya. Cecilee Jones, pengunjung lainnya, tertarik mempelajari lebih dalam tentang masjid ini.

Jones saat ini menempuh master di bidang kajian Islam. “Kami juga ingin meyakinkan  Mohamamd El Farra dan keluarganya didukung oleh warga Manteca.” Jones pun menyampaikan simpati pada jamaah Islamic Center of Manteca.

Terkait kasus serangan pada masjid, American Civil Liberties Union yang dikutip laman berita Onislam mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir aksi antimasjid semakin tumbuh. Islamic Center of Manteca hanyalah salah satu target aksi antimasjid itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB