Rabu 26 Jun 2019 05:05 WIB

Inovasi Pertanian Peradaban Islam

Inovasi itu membuahkan revolusi di bidang pertanian.

Ilustrasi lahan pertanian di Papua.
Ilustrasi lahan pertanian di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Selama masa keemasan peradaban Islam, banyak inovasi ilmu pengetahuan yang berkembang dari Spanyol hingga Cina. Inovasi pada masa itu di antaranya dalam bidang kedokteran, astronomi, perdagangan, navigasi, arsitektur, teknologi, industri, pertanian dan banyak lagi.

Di bidang pertanian, inovasi sangat memudahkan petani. Mereka dapat menumbuhkan tanaman pangan jenis baru, mengembangkan teknik irigasi mutakhir, menggunakan pupuk organik, memanfaatkan pengetahuan global di wilayah lokal dan menggunakan agronomi untuk temuan ilmiah.

Inovasi itu membuahkan revolusi di bidang pertanian. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknik irigasi. Petani dan insinyur masa keemasan Islam telah memodifikasi, memperbaiki, dan membangun teknik irigasi. Ratusan kincir angin dan air hanya terbatas untuk mengairi tanaman.

Insinyur seperti al-Jazari merancang mesin pengumpul air untuk membawa pasokan sumber kehidupan itu langsung ke masyarakat desa dan kota. Selain temuan al-Jazari, tiga mesin ini merupakan temuan inovatif lainnya yang berpengaruh pada revolusi pertanian di masa keemasan Islam, sebagaiman diuraikan berikut ini.

Pompa Al-Jazari

Al-Jazari menulis satu tema tentang mesin pengangkat air dalam bukunya. Mesin canggih ini bekerja dengan didukung oleh air dan gravitasi berdasarkan prinsip keseimbangan. Cara kerja mesin ini adalah air memenuhi ember, kemudian ember menumpahkan air ke tangki silinder besar, sebuah sifon mulai beraksi dan seterusnya, untuk menghasilkan tekanan udara melalui seruling dan mengeluarkan suara pada interval yang telah diatur. Interval ini dikendalikan oleh laju air mengalir dari keran. Ini adalah pompa bersilinder ganda berbahan dasar air. Fitur penting yang terdapat dalam pompa ini adalah prinsip kerja ganda.

Pompa Air Enam Silinder Taqiuddin Abad Ke 16

Di antara mesin asli yang digambarkan dalam teknologi dari peradaban Islam adalah pompa piston monoblok enam silinder yang dirancang oleh Taqiudin Ibnu Ma'ruf pada akhir abad ke-16. Pompa ini bekerja sebagai pompa hisap. Pompa ini memiliki mesin yang rumit dan termasuk komponen yang sering dikaitkan dengan teknologi modern, seperti camshaft, blok silinder, piston, dan katup yang tidak kembali.

Joseph Vera, seorang ahli dan perancang kembali penemuan kuno, menjelaskan bagaimana dia membuat model CAD Solid Works dari pompa luar biasa ini, yang dilengkapi dengan simulasi gerak. Kesimpulan yang dia dapatkan, para ilmuwan Muslim, yang diwakili oleh Taqiuddin, memiliki pemahaman kinematika, dinamika, dan mekanika fluida yang sangat solid.

Kincir Angin Vertikal

Sejarawan percaya tentara Perang Salib yang memperkenalkan kincir angin ke Eropa pada abad ke-12. Saat itu, seorang prajurit Persia telah mendatangi Khalifah Umar kedua yang memerintah selama 10 tahun dari tahun 634 dan mengklaim bahwa dia dapat membangun pabrik yang dioperasikan angin. Khalifah memerintahkan membangunnya.

Tenaga angin menjadi banyak digunakan untuk menjalankan batu giling untuk menggiling jagung dan irigasi. Hal ini dilakukan terlebih dahulu di Seistan. Al-Masudi, seorang ahli geografi yang tinggal di abad ke-10 menggambarkan wilayah tersebut sebagai negara angin dan pasir. Joseph Needham mencatat kincir angin ditemukan oleh budaya Islam. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement