Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Mengenal Evliya Celebi, Petualang dari Utsmaniyah

Senin 24 Jun 2019 18:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Evliya Celebi

Evliya Celebi

Foto: frpnet.ne
Sejak kecil, Evliya sudah mendengar cerita-cerita petualangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Evliya Celebi (16111682) lahir di Istanbul pada 25 Maret 1611 dari orang tua yang berasal dari Kutahya. Ayahnya adalah perajin emas yang bekerja untuk penguasa Turki Utsmani, Dervis Mehmed Zilli. Pengabdian sang ayah membuat Evliya bisa mengenyam pendidikan layak, termasuk di madrasah selama tujuh tahun.

Di sela-sela pendidikannya, Evliya ikut membantu di bengkel kerajinan ayahnya. Di sana, Evliya diajarkan berbagai keterampilan, seperti tezhip atau seni  menghias sampul buku dengan lukisan dan cat emas, khat atau seni menulis anggun, dan nakis, yakni seni menghias tembok dan langitlangit ruangan.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan di Enderun atau pusat pendidikan calon pegawai  Pemerintah Turki Utsmani. Lulus dari sana, Evliya bertugas mengawal Raja Murad IV pada 1636.

Sejak kecil, Evliya sudah diajari membaca Alquran oleh seorang guru bernama Evliya Mehmed Effendi. Ia kemudian rutin membaca Alquran setiap Jumat. Ia sendiri sebenarnya bisa digelari ''Effendi'' karena kemahirannya membaca Alquran, tapi ia lebih memilih ''Celebi'' sebagai gelar yang berarti 'lelaki yang baik'.

Menjalankan tugas keprajuritan untuk pertama kali pada 1638, kemahirannya dalam bermain musik, membaca Alquran, dan bercerita dengan bekal pengetahuan yang baik membuatnya dikenal sebagai penghibur di barisan  pasukan.

Hampir seluruh informasi mengenai kehidupan Evliya berasal dari catatan yang ia buat. Catatan resmi mengenainya hanya ada dalam dokumen imigrasi Austria saat ia berkunjung ke sana.

Hidup Evliya juga diwarnai tanggung jawabnya di lingkungan militer kerajaan, seperti mengurus tebusan tahanan, mengumpulkan pajak, memasok material perang, atau hal lain layaknya anggota militer lain. Sejumlah peperangan pernah ia ikuti. Dan, tugas sebagai muazin ia lakukan sebagai penanda kemenangan usai perang.

Sejak kecil, Evliya sudah mendengar cerita-cerita petualangan dari ayahnya saat ayahnya ikut dalam perjalanan  menemani dan melayani para sultan Turki Utsmani. Hal ini rupanya memantik keinginan Evliya untuk melakukan hal serupa.

Satu ketika, Evliya bermimpi bertemu Rasulullah dalam sebuah kumpulan jamaah di Masjid Ahi Celebi, Istanbul. Makin menggebu lah keinginan Evliya untuk bertualang. Berbekal nasihat seorang syekh yang ia mintai nasihat atas mimpi bertemu Rasulullah itu, Evliya memulai penjelajahannya dari Istanbul. Sejak saat itu, Evliya menjelajahi wilayah kekuasaan Turki Utsmani dan negaranegara sekitarnya selama 40 tahun.

Terlahir dari keluarga cukup berada, Evliya sebenarnya bisa mendapat dukungan yang cukup dari keluarganya selama melakukan perjalanan. Namun, ia  lebih memilih bekerja selama perjalanannya. Ini mengajarkannya untuk bisa beradaptasi dengan beragam situasi dan mengapitalisasi kemahiran yang telah ia  pelajari. Imam, muazin, kurir, pendongeng, dan penyanyi adalah sebagian pekerjaan yang pernah ia jalani dalam 40  tahun penjelajahannya.

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA