Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Rasulullah SAW adalah Sosok Teladan yang Pemaaf

Rabu 19 Jun 2019 05:05 WIB

Red: Agung Sasongko

Gurun pasir (ilustrasi)

Gurun pasir (ilustrasi)

Foto: tangkapan layar Reuters/David Rouge
Memberikan maaf adalah pekerjaan yang sangat mulia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memberikan maaf adalah pekerjaan yang sangat mulia. Dengan memaafkan kesalah an orang lain, akan tercipta sebuah kehidupan yang mengesankan, seperti dikisahkan dalam buku Kisah Teladan Rasulullah Dan Orang Saleh. Ketika itu ada seorang pembesar kharismatik dari Kabilah Hunaifiyyah bernama Sammamah, yang berhasil di tangkap umat Islam.

Sammamah ditangkap kaum Muslimin karena telah banyak membunuh para pemeluk agama baru yang diajarkan Rasulullah SAW itu. Sebelum ditahan, Sammamah terlebih dahulu dihadapkan kepada Rasulullah untuk menentukan keputusan apa yang hendak diambil.

Setelah melihat keadaan Sammamah Rasulullah SAW tidak banyak berkomentar dan hanya berkata. Perlakukan dia dengan baik! kata Rasulullah. Setelah itu, segera para sahabat yang ada di sekelilingnya langsung membawa Sammamah ke lokasi penahanan.

Di ruang tahanan, Sammamah sangat rakus bila makan. Sammamah bisa me lahap semua jatah makanan 10 orang sekaligus tanpa merasa bersalah. Perilaku tawanan baru itu disampaikan kepada Rasulullah.

Lagilagi Rasulullah tidak banyak memberikan komentar dan Rasulullah pergi ke bilik istrinya dan berkata, Hari ini aku kedatangan tamu yang doyan makan. Hidangkan padanya semua makanan yang telah kalian siapkan!

Setelah menerima hidangan yang disediakan istri Rasulullah itu, Sammamah menyikat habis semua makanan yang dihidangkan padanya. Sementara Rasulullah dan keluarga yang juga kelaparan menga lah tidak ikut makan. Hal ini terjadi sampai beberapa pekan, tapi Rasulullah tetap baik kepada Sammamah meski Sammamah hanya makan, minum, dan tidur.

Selain memberikan makan, Rasulullah juga selalu memperhatikan perkembangan kondisi Sammamah. Setiap kali bertemu Nabi, Sammamah selalu mengatakan, Muhammad! Aku telah membunuh orang-orangmu. Jika kamu ingin membalas dendam, bunuh saja aku, katanya dengan nada tinggi. Mendengar perkataan itu, Rasulullah tidak banyak bicara dan hanya menatap lawan bicaranya sambil sedikit tersenyum.

 

 

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA