Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Kebijakan Moneter Independen Ala Ibnu Khaldun

Kamis 23 May 2019 19:19 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilmuwan Muslim.

Ilmuwan Muslim.

Foto: Metaexistence.org
Perlindungan daya beli uang harus dilaksanakan dengan keadilan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Jumlah uang yang beredar tak berdampak signifikan pada kemakmuran suatu negara, demikian pendapat Ibn Khaldun. Baginya, dalam urusan moneter yang paling penting adalah kebijakan moneter yang stabil demi melindungi nilai uang.

Dia menentang kebijakan pemerintah untuk bermain dengan nilai mata uang. Ia khawatir pemerintah akan tergoda untuk mendevaluasi mata uang dengan cara mencetak uang sebanyak-banyaknya demi kepentingan pendek, misalnya, membiayai peperangan. Jika hal itu terjadi, kata Ibn Khaldun, inflasi sudah di depan mata. 

Baca Juga

Karena itu, perlindungan daya beli uang harus dilaksanakan dengan keadilan. Untuk melakukan itu, ia mengusulkan sebuah badan moneter yang independen di bawah kekuasaan hakim agung yang ‘takut kepada Tuhan ‘untuk mencegah para penguasa mendevaluasi mata uang.

Berdasarkan gagasan Ibn Khaldun inilah, maka Federal Reserve,Bank of England, dan Bundesbank di Jerman menjadi bank sentral yang independen dari pemerintah dengan tujuan untuk menjaga inflasi dan menjamin nilai mata uang yang stabil.

Menurut Ibn Khaldun, kebijakan moneter yang stabil yang bertujuan untuk perlindungan daya beli uang adalah suatu keharusan. Masyarakat harus dilindungi dari kebijakan moneter tak adil penguasa yang bisa mendevaluasi mata uang.

Bagi Ibn Khaldun, apa yang dibutuhkan masyarakat adalah berkurangnya belanja pemerintah untuk birokrasi seperti membangun istana, serta lebih sedikit ang garan militer, pengurangan pajak, dan kurs mata uang yang stabil. Kurs yang stabil akan memberi ke percayaan kepada masyarakat untuk mengguna kan mata uang itu dalam perdagangan dan produksi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA