Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Serbat Minuman Tradisional Utsmaniyah

Selasa 14 Mei 2019 12:12 WIB

Red: Agung Sasongko

Aneka minuman serbat khas Turki yang berasal dari masa Kesultanan Ustmani

Aneka minuman serbat khas Turki yang berasal dari masa Kesultanan Ustmani

Foto: hurriyetdailynews.com
Bangsa Turki Utsmani mengenal serbat sebagai minuman sehari-hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Bangsa Turki Utsmani mengenal serbat sebagai minuman sehari-hari. Hingga kini, restoran-restoran di Istanbul, di antaranya Restoran Haci Abdullah, masih menyajikan serbat bersanding dengan banyak makanan tradisional Ottoman. Cara menikmatinya pun terkesan klasik.

Pelanggan bisa menikmati makanan terlebih dulu. Dilanjutkan dengan menyeruput serbat yang salah satunya berwarna merah terang. Warna merah itu berasal dari sirup bunga mawar yang dicampur sirup markisa, apel, pir, peach, dan aprikot. Sedangkan kesegarannya disumbang oleh kehadiran air es musim semi.

Baca Juga

Selain Haci Abdullah, hanya ada beberapa restoran yang masih melayani serbat gaya Ottoman. Beberapa di antaranya di Istana Topkapi, Konyali, dan Daruzziyafe di Masjid Raya Sulaimaniah, Istanbul. Berdasarkan musim, Daruzziyafe melayani dua jenis serbat setiap hari.

Di tempat ini, berbagai jenis buah dipadukan untuk membuat serbat, yakni pir, markisa, stroberi, apel, ceri cornelian, delima, dan jeruk. Ada pula serbat ramuan yang terbuat dari daun atau akarakar tanaman. Madu juga kerap ditambahkan untuk menambah cita ras serbat.

Tak hanya di abad pertengahan, kesegaran serbat Turki telah melanglang buana di era modern. Sebuah restoran bernama Kazan di McLean, Virginia, Amerika Serikat, menyajikan serbat klasik. Restoran ini dikelola oleh Chef Zeynel Abidin Uzun dan koki senior Abdullah Effendi.

Andrew Mango, mantan direktur BBC untuk wilayah Timur dan penulis sejumlah buku tentang Turki, mengatakan, di masa mudanya ketika ia tinggal di Istanbul, serbat mangga adalah minuman kegemarannya.

Saat itu, di awal era Turki modern, serbat dijual secara berkeliling oleh para penjual dengan meletakkan termos besar di punggung mereka. Selain mangga, mereka menyediakan serbat rasa asam atau delima, lemon, dan jeruk.

Agar bisa dinikmati, pedagang menyediakan gelasgelas yang diselipkan ke sabuk di pinggangnya. Agar kebersihannya terjaga, pedagang akan membilas gelas dengan air yang dibawanya. Keunikan lain, pedagang juga harus membungkuk ke depan untuk menuangkan serbat lezat dari termos di punggung ke dalam gelas. Serbat Turki juga bisa ditemui di pinggir jalan. Deretan penjual dengan lapak-lapak teduh menawarkan serbat berbagai rasa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA