Sunday, 14 Ramadhan 1440 / 19 May 2019

Sunday, 14 Ramadhan 1440 / 19 May 2019

Tradisi Keilmuan Islam di Syingith

Kamis 25 Apr 2019 23:17 WIB

Red: Hasanul Rizqa

(Ilustrasi) Letak negara Mauritania

(Ilustrasi) Letak negara Mauritania

Foto: tangkapan layar
Syingith terletak di Afrika Barat atau kini bagian dari negara Mauritania

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sesudah berdirinya Masjid Jami’ al-Kabir dan Masjid Wadan, prestise peradaban Islam di Syingith terus meningkat. Hal itu seiring dengan tradisi keilmuan yang dipelihara masyarakat setempat.

Mereka menerapkan disiplin yang ketat dalam hal mendaras Kitabullah. Setiap keluarga diketahui melakukan kebiasaan ini kepada anak-anaknya sejak usia dini. Para ibu rata-rata mendampingi putra dan putrinya agar hapal Alquran.

Baca Juga

Di luar rumah, anak-anak mengikuti pelajaran yang disampaikan para guru di masjid-masjid. Beberapa bidang yang diajarkan adalah tafsir Alquran, ilmu hadis, dan fiqih. Tradisi ini telah mengakar di Syingith sejak abad pertengahan sampai sekarang. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila cukup banyak tokoh Muslim terkemuka yang berasal dari kota ini.

Telah disebutkan sebelumnya mengenai situasi “terjepit” Kota Syingith sejak abad ke-13. Dalam masa itu, Awkar mulai dikuasai Kerajaan Mali (1235-1670). Adapun Dinasti Muwahiddun mulai tergerus ekspansi Dinasti Mariniyyun (1244-1465), yang  sama-sama berbangsa Berber.

Uraian Pazzanita (1996) tidak memperinci lebih lanjut, penguasa manakah yang mendominasi Syingith sejak saat itu. Yang jelas, kota ini masih menjadi lokasi transit bagi kaum Muslim Afrika barat, baik yang hendak berdagang di Trans-Sahara maupun para calon jamaah haji.

Untuk melihat pentingnya posisi Syingith sebagai jalur haji, dapat disimak dari kejayaan Kerajaan Mali. Di Afrika barat, kekuasaan tersebut mendominasi banyak sumber-sumber emas dan garam.

Para raja Mali bergelar Mansa, yang secara harfiah berarti ‘penakluk.’ Era kejayaan Mali berlangsung di bawah Mansa Musa (1280-1337). Negeri ini menjadi sangat kaya raya. Peradaban Islam pun berkembang pesat. Dia mendukung penuh pembangunan pusat-pusat keunggulan sains di Afrika barat. Tentunya, pengaruh kemakmuran ini sampai juga ke Kota Syngith.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA