Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Karier Cemerlang Syekh Al-Albani, Ulama Hadis Abad Modern

Ahad 21 Apr 2019 23:15 WIB

Red: Hasanul Rizqa

(Ilustrasi) Syekh al-Albani

(Ilustrasi) Syekh al-Albani

Foto: tangkapan layar wikipedia
Syekh Al-Albani dikenal sebagai seorang tokoh pembaharu Islam abad ke-20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semasa hidupnya, Syekh al-Albani secara rutin mengisi sejumlah jadwal kajian yang dihadiri para penuntut ilmu dan dosen-dosen untuk membahas kitab-kitab. Dari sinilah kemudian ia banyak menulis karya ilmiah dalam bidang hadis, fikih, dan akidah. Karya-karya ilmiahnya ini membuatnya menjadi seorang tokoh dengan reputasi yang baik. Ia juga menjadi rujukan para alim ulama dalam mempelajari ilmu hadis.

Baca Juga

Karena kepakaran dan reputasinya yang sangat cemerlang dalam bidang ini, pihak Jam'iyyah al-Islamiyyah (Universitas Islam Madinah) memintanya untuk mengajar hadis dan ilmu hadis di perguruan tinggi tersebut. Di perguruan tinggi ini, ia bertugas selama tiga tahun, dari 1381 sampai 1383 H. Setelah itu, ia pindah ke Yordania.

Pada tahun 1388 H, Departemen Pendidikan Yordania meminta Syekh al-Albani untuk menjadi ketua jurusan Dirasah Islamiyah pada program pascasarjana di sebuah perguruan tinggi di Kerajaan Yordania. Namun, situasi dan kondisi saat itu tidak memungkinkannya untuk memenuhi tawaran tersebut.

Kemudian, pada tahun 1395-1398 H, ia kembali ke Madinah untuk bertugas sebagai anggota Majelis Tinggi Jam'iyyah al-Islamiyah. Di Kota Nabawi ini, al-Albani mendapat penghargaan tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi, yakni King Faisal Foundation, atas jasa-jasanya dalam mengajarkan ilmu hadis. Penghargaan itu diberikan pada 14 Zulkaidah 1419 H.

Beberapa bulan setelah menerima penghargaan itu, tepatnya pada 21 Jumadil Sani 1420 H atau 1 Oktober 1999, Syekh Al-Albani berpulang ke rahmatullah.

Sebelum wafat, Syekh al-Albani berwasiat agar perpustakaan pribadinya--baik berupa buku-buku yang sudah dicetak, buku-buku hasil fotokopi, manuskrip-manuskrip (yang ditulisnya ataupun orang lain)--seluruhnya diserahkan kepada pihak Perpustakaan Jam'iyyaah al-Islamiyyah.

Sepanjang hidupnya, Syekh al-Albani banyak menulis buah karya, baik yang sudah dicetak maupun berupa manuskrip. Jumlahnya mencapai 218 judul. Karya yang terkenal antara lain adalah Dabuz-Zifaf fi As-Sunnah al-Muthahharah, Al-Ajwibah an-Nafi'ah 'ala as'ilah masjid al-Jami'ah, Silisilah al-Ahadits ash Shahihah, Silisilah al-Ahadits adh-Dha'ifah wal Maudhu'ah, At-Tawasul wa anwa'uhu, dan Ahkam Al-Jana'iz wabida'uha.

Di samping itu, ia juga memiliki buku kumpulan ceramah, bantahan terhadap berbagai pemikiran sesat, dan buku berisi jawaban-jawaban tentang berbagai masalah yang dihadapi umat Islam.

sumber : Pusat Data Republika/Nidia Zuraya
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA