Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Lima Nama Indah Rasulullah SAW dan Maknanya

Senin 25 Mar 2019 08:19 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nashih Nashrullah

Kaligrafi Muhammad SAW. Ilustrasi

Kaligrafi Muhammad SAW. Ilustrasi

Foto: .
Rasulullah mempunyai 201 nama indah lainnnya selain Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID,  Rasulullah SAW mempunyai nama-nama Indah. Agar semakin mencintai Rasul, tentu kita juga harus semakin mengenal sosoknya, kepribadiannya, kisah perjuangannya, termasuk nama-namanya. 

Baca Juga

Syekh Imran al-Zannati dalam kitab Dala’il al-Khayrat mengatakan ada 201 nama indah Baginda Nabi. Di antaranya Muhammad, Ahmad, al Mahi, al Hasyir, dan al Aqib.

Dalam sebuah hadis shahih al Bukhari, Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama. Aku adalah Muhammad, aku Ahmad, aku al-Mahi yang sebab diriku Allah menghapus kekafiran, aku al-Hasyir tempat manusia akan berkumpul, dan aku al-Aqib.” 

Setiap nama tersebut memiliki makna. Nama Muhammad berarti terpuji, yang berasal dari kata hamd atau pujian. 

Muhammad merupakan nama bagi orang yang melakukan perbuatan mulia dan agung, sehingga berhak mendapatkan pujian atas perbuatannya. Nama ini berarti pula, tak hanya sekali atau dua kali, tapi orang akan terus memujinya.

Kemudian nama Ahmad bermakna, orang yang paling banyak memuji Allah. Tidak ada manusia yang paling banyak memuji Allah dibandingkan Rasulullah, karena pujiannya kepada Allah lebih besar pula dari pujian  semua mahluk, maka beliau disebut Ahmad al-Hamidin.

Dalam al-Quran surah al-Shaff ayat ke-6, Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku. Yang namanya Ahmad.”

Selanjutnya al-Mahi berarti yang menghilangkan kekufuran dan kelalaian. Dengan cahaya risalahnya, kezaliman berubah menjadi kedamaian dan kegelapan menjadi cahaya. Lewat ajarannya, segala tindakan kekafiran pun diubah dengan keimanan sekaligus kebijaksanaan.

Nama berikutnya yakni al-Hasyir, memilkii arti yang mengumpulkan. Ini dimaksudkan, manusia akan dikumpulkan di belakang beliau. Pasalnya, Rasulullah merupakan orang pertama yang dibukakan surga, juga orang pertama yang memberi dan diberi syafaat.

Lalu al-Aqib artinya ‘yang menggantikan semua nabi, nabi terakhir.’ Allah berfirman dalam surah al-Ahzab ayat ke-40, “Muhammad adalah utusan Allah dan penutup para nabi...” Dengan demikian tidak ada lagi nabi setelahnya hingga hari kiamat. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA