Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Setelah Taj Mahal, Shah Jahan Bangun Masjid Jama

Kamis 14 Mar 2019 12:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Muslim India berbuka puasa di pelataran Masjid Jama, New Delhi, India.

Muslim India berbuka puasa di pelataran Masjid Jama, New Delhi, India.

Foto: AP PHOTO/Manish Swarup
Masjid Jama dibangun pada tahun 1656.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sultan Shah Jehan, yang memerintah Dinasti Mogul pada 1627-1658 M, memprakarsai pendirian masjid ini setelah menyelesaikan pembangunan Taj Mahal yang terkenal di seantero jagad itu. Taj Mahal dibangun di Agra mulai tahun 1631 dan selesai pada 1648. Sementara itu, Masjid Jama dibangun pada tahun 1656.

Ketika Shah Jehan memegang takhta Kerajaan Mogul, mayoritas rakyatnya masih kuat memeluk agama Hindu. Sebagian kecil memeluk agama lain, seperti Sikh, Buddha, dan Kristen. Akan tetapi, sang Sultan tidak ragu-ragu memancarkan gema Islam di tengah keragaman agama rakyatnya itu untuk menegaskan identitasnya sebagai seorang Muslim.

Baca Juga

Penegasan identitas itu tampak pada arsitektur Masjid Jama yang berciri khas Islam. Seni bangunan masjid berbeda dengan candi, vihara, atau gereja. Menurut sejarah, para ahli arsitektur secara khusus didatangkan dari Iran untuk membangun masjid-masjid di India. Kebijakan itu pertama kali dilakukan oleh Nasiruddin Muhammad yang memerintah pada 1530-1556.

Lokasi yang dipilih pun mengisyaratkan kebesaran Islam. Masjid Jama dibangun di ketinggian bukit batu di Shahjahanabad, bekas ibu kota Kerajaan Mogul. Rumah Allah itu tampak lebih tinggi dari bangunan-bangunan lain di seluruh kota.

Siapa pun harus menengadahkan muka untuk melihatnya, sementara pintu gerbang masjid seolah melongok ke bawah, kepada mereka yang hendak memasukinya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA