Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Keutamaan Menjaga Persaudaraan dan Setia Kawan

Kamis 14 Mar 2019 10:28 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Umat Islam melaksanakan shalat (ilustrasi).

Umat Islam melaksanakan shalat (ilustrasi).

Foto: Antara/Retno Esnir
Islam menekankan pentingnya saling berbagi dan peduli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak firman Allah Ta'ala di dalam Alquran yang menunjukkan keutamaan menjaga persaudaraan di antara sesama orang beriman. Demikian pula, Rasulullah Muhammad SAW sendiri juga telah mencontohkan pentingnya membangun kesadaran ukhuwah, jangan hidup dalam individualisme ekstrem.

Baca Juga

Beliau pernah bersabda, "Manusia yang terbaik adalah yang paling berguna bagi masyarakat." Selain itu, Nabi SAW juga berpesan, "Pada Hari Kiamat, manusia yang menduduki tempat tertinggi di sisi Allah adalah orang yang paling banyak memajukan kesejahteraan umat."

Kesetiakawanan sosial tentu saja menyangkut perhatian kita terhadap nasib orang-orang yang tidak berpunya. Islam menekankan pentingnya berbagi. Ketidakpedulian kaum kaya terhadap kaum dhuafa berpotensi mendatangkan bahaya besar, tidak hanya untuk satu kelompok, tetapi juga seluruh masyarakat.

Karena itu, lebih dari 14 abad silam, Islam telah mengantisipasi bahaya ini dan memerintahkan kepada kaum kaya untuk memberikan sebagian dari harta kekayaan mereka kepada kaum miskin. Di samping zakat setiap tahun, mereka juga dianjurkan untuk berderma, sehingga meringankan beban kehidupan orang-orang miskin.

Allah SWT dalam firmannya memperingatkan akan hal itu. Lihat surah al-Baqarah ayat ke-177, yang artinya, "Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (memerlukan pertolongan) dan orang yang meminta-minta."

Kita pun sering mendengar ungkapan yang menyatakan maraknya aksi-aksi yang dapat mengancam stabilitas, salah satu penyebabnya karena kurangnya kesetiakawanan dan kepedulian sosial. Masih banyak orang kaya yang tidak mau membagikan sebagian dari keuntungannya kepada orang-orang yang lemah, padahal bisa jadi masyarakat dari lapis ekonomi kelas bawah itu yang telah menopang mereka sehingga menjadi kaya raya.

Nabi SAW sudah mewanti-wanti pentingnya sikap saling peduli di antara sesama Muslim. "Barangsiapa yang bangun tidur di pagi hari tanpa memikirkan masalah-masalah kaum Muslimin, dia bukan termasuk golonganku (kaum muslim)."

sumber : Islam Digest Republika/Hikmah
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA