Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Agar Mendapatkan Hidayah

Kamis 14 Mar 2019 10:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Berdoa/ilustrasi

Berdoa/ilustrasi

Hidayah tak akan bisa diperoleh jika seseorang tak pernah memahami jati dirinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap manusia menginginkan dirinya hidup bahagia dan senantiasa berada dalam bimbingan dan hidayah (petunjuk) Allah SWT. Namun, tidaklah mudah untuk meraihnya. Banyak tantangan dan rintangan yang selalu menghadang.

Bahkan, kendati sudah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan petunjuk, jika Allah belum menghendakinya, hal itu pun tidak bisa segera didapatkan.

''Barang siapa yang Allah kehendaki akan diberikan petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan, barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.'' (QS Al An'aam: 125).

''Sesungguhnya, kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.'' (QS Alqashah: 56).

Masih banyak keterangan senada yang menggambarkan bahwa hidayah itu adalah kehendak Allah. Misalnya, dalam surah al-An'aam ayat 39; Albaqarah ayat 142, 213, dan 272; Almudatsir ayat 31; Ali Imran ayat 73; Annahl ayat 93; Asysyuura: 13; Azzumar ayat 23; Faathir ayat 22 dan 25.

Namun, menurut Syaikhul Islam, Abu Hamid bin Muhammad al-Ghazali (w 1111 M), ada cara-cara yang bisa dilakukan seseorang agar hidayah (petunjuk) Allah itu senantiasa menyertainya. Di antaranya adalah senantiasa taat (patuh) beribadah kepada Allah, menghindarkan diri dari perbuatan dosa, bergaul dengan orang-orang saleh, dan senantiasa berlaku sopan dan santun (adab).

''Jika hal itu sesuai dengan dirimu dan engkau rasakan hatimu condong kepadanya serta ingin mengamalkannya, ketahuilah bahwa engkau adalah seorang hamba yag disinari oleh Allah SWT dengan cahaya iman di hatimu dan yang karenanya Allah melapangkan dadamu,'' kata Al-Ghazali.

Sumber : Islam Digest Republika/Syahruddin el-Fikri
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA