Senin 04 Mar 2019 18:22 WIB

Ketika Pemimpin Kaum Munafik Bersumpah Palsu

Sumpah palsu tokoh munafik, Abdullah bin Ubay, dilakukan di depan Rasulullah SAW.

Rasulullah
Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di dalam Alquran, terdapat sebuah surah yang dinamakan al-munaafiquun. Arti surah Madaniyah itu kira-kira 'Orang-orang yang munafik.' Mereka bak musuh dalam selimut, yakni kerap membuat keonaran, tetapi tidak tegas menyatakan permusuhan terang-terangan.

Di Madinah, salah seorang pemuka kaum munafik adalah Abdullah bin Ubay. Surah al-Munaafiquun ayat ketujuh hingga kedelapan turun berkenaan dengan perkara tentangnya. Seperti diriwayatkan Imam Bukhari dari Zaid bin Arqam.

Baca Juga

"Suatu ketika, saya (Zaid bin Arqam) mendengar Abdullah bin Ubay bin Salul berkata kepada teman-temannya, 'Jangan sampai kalian memberikan bantuan harta kepada orang-orang yang bersama Rasulullah. Dengan begitu, mereka akan binasa. Lalu, jika nanti kita kembali ke Madinah, pastilah orang-orang yang mulia (kelompok munafik) akan mengusir orang-orang yang hina itu (Rasulullah dan para sahabat) dari kota ini.'

Maka saya pun menceritakan kata-kata tersebut kepada paman saya, yang lantas menyampaikannya kepada Rasulullah SAW. Ketika Rasulullah SAW memanggil saya, saya pun menceritakan apa-apa yang telah saya dengar.

Beliau lantas memanggil Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya. Namun, mereka justru bersumpah tidak pernah berkata demikian. Rasulullah kemudian tampak menyalahkan saya dan, sebaliknya, cenderung mempercayai ucapan orang-orang (munafik) itu.

Itu membuat saya diliputi kesedihan yang belum pernah saya rasakan. Sesampainya di rumah, paman saya ikut menimpali, 'Sesungguhnya engkau hanya membuat Rasulullah SAW menyalahi dan gusar kepadamu.'

Namun, kemudian diketahui bahwa Allah telah menurunkan ayat pertama dari surah al-Munaafiquun (terjemahannya: 'Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: 'Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.' Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.').

Rasulullah lalu menyuruh seseorang untuk memanggil saya. Beliau kemudian membacakan ayat tersebut kepada saya, lalu berkata, 'Sesungguhnya, Allah telah membenarkan ucapanmu itu.'"

Adapun surah al-Munaafiqqun ayat ketujuh hingga delapan menyinggung perangai buruk kaum munafik terhadap kaum Muslimin. Terjemahan dua ayat itu, "Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. Mereka berkata: 'Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya.' Padahal, kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui."

sumber : Islam Digest Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement