Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Denyut Kampong Glam

Senin 18 Mar 2019 16:16 WIB

Rep: Rahma Sulitya/ Red: Agung Sasongko

Kunjungan Muhibah Kedatuan Luwu Sulawesi Selatan ke Istana Kampong Glam Singapura.   (Republika/Andi Nur Aminah)

Kunjungan Muhibah Kedatuan Luwu Sulawesi Selatan ke Istana Kampong Glam Singapura. (Republika/Andi Nur Aminah)

Foto: Republika/Andi Nur Aminah
Kampong Glam atau biasa disebut Arab Quarter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jaringan Arab Singapura atau ANS menjadi sebuah komunitas yang rutin mengadakan pertemuan di kalangan masyarakat Arab di Singapura. Pertemuan biasanya digelar di Restoran Zac yang berada di Kampong Glam atau biasa disebut Arab Quarter.

Zac merupakan restoran Timur Tengah yang didekorasi dengan foto-foto lanskap pegunungan Hadramaut ber ukuran sebesar dinding. Dari jendelanya yang terbuka, kafe ini menawarkan pemandangan Masjid Sultan, masjid terbesar di Singapura dan satu-satunya masjid yang mengumandangkan azan sehingga dapat didengar masyarakat sekitar.

Baca Juga

Zac juga merupakan salah satu dari banyak ruko (rumah toko) di Kampong Glam. Rumah toko memang telah lama akrab dengan kalangan masyarakat Arab di negeri ini. Biasanya, bagian bawah ruko digunakan untuk berdagang dan bagian atas untuk tempat tinggal.

Namun, hari ini ruko telah banyak berubah wajah dan fungsi. Bangunan ini sekarang banyak menjadi tujuan pelancong untuk mencari cendera mata atau ditata ulang sedemikian rupa menjadi kafe untuk mengisap shisha (pipa rokok ala Timur Tengah).

Berada di Kampung Glam, suasana Timur Tengah sungguh terasa. Menje lajahi jalan-jalan berapit pohon palem di Bussorah Street, Arab Street, dan Muscat Street, kita akan temukan toko-toko, kafe, dan pusat jajanan yang menjual berbagai produk, mulai dari produk khas Bali, batik pekalongan, karpet aneka warna, sampai nasi briyani dengan gulai kambing khas Timur Tengah yang menggoda selera.

Pada malam hari, di kawasan Kam pung Glam termasuk Haji Lane kita dapat berjingkrak-jingkrak mengikuti irama zapin yang penggemarnya bukan hanya keturunan Arab, melainkan juga India. Seperti juga yang sudah menjadi tren di rumah-rumah makan Timur Tengah di Jakarta, di Kampung Glam kita juga bisa mendapati masyarakat yang tengah mengisap shisha.

Komunitas Muslim di Singapura, ter masuk keturunan Arab, menikmati gaya hidup urban yang modern sambil tetap menjalankan kewajiban agama. Islam dianut secara luas oleh setidaknya 14 persen dari populasi total penduduk Singapura atau hampir setengah juta jiwa.

Di Singapura terdapat 59 masjid, banyak di antaranya berdiri di pusat perdagangan yang dirawat secara bersih dengan tempat wudhu dan toilet seperti di hotel berbintang. Di antara masjidmasjid tersebut dibangun oleh keturunan Arab.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA