Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Teknologi di Tanah Afrika

Selasa 19 Feb 2019 13:37 WIB

Red: Agung Sasongko

peta afrika

peta afrika

Foto: mkalty.org
Tak banyak orang yang mengetahui sejarah panjangnya.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Tanah Afrika, khususnya Sahara, tersohor akan keelokan alam dan budayanya. Meski demikian, tak banyak orang yang mengetahui sejarah panjang nya. Termasuk apa yang dika akan sebagian arkeolog bahwa Afrika merupakan titik penting dalam perkembangan awal umat manusia.

Nah, jika perkembangan awal manusia berasal dari Afrika, tentu teknologi yang me nyertai perkembangan manusia, juga berasal dari sana. Teknologi merupakan bagian pen ting dalam pengembangan budaya, dan bia sanya diciptakan karena kebutuhan dan keinginan masyarakat yang maju.

Lantas, teknologi apa saja yang diperkenalkan dan berkembang di Bumi Afrika? Cukup banyak, di antaranya teknologi metalurgi, arsitektur, infrastruktur, transportasi, pertanian, dan teknologi tekstil.

Metalurgi dan penggalian

Metalurgi menjadi satu-satunya teknologi paling penting di Benua Afrika sebelum ter jadinya kolonisasi Eropa. Orang-orang Nubia, yang sekarang disebut Sudan dan Mesir, sangat ahli di bidang metalurgi dan penggalian.

Salah satu kota kuno Nubia, Meroe dise but-sebut sebagai kota yang luar biasa. Di sini, pusat teknologi metal berkembang pesat. Mulai dari besi, perunggu hingga beragam ba tuan berharga. Bahkan, makam-makam pada masa itu pun berlapis metal.

Teknologi ini pun menyebar luas seperti ke Mesir Kuno, Kekaisaran Yunani-Romawi, hingga masyarakat Aksum (100-700 M) yang mendiami wilayah yang saat ini bernama Ethiopia dan Dataran Tinggi Eritrea. Kerajaan Aksum sebagai salah satu bentuk peradaban kuno Ethiopia tampaknya menjadi yang paling inovatif dalam hal penggalian. Mereka memiliki pengetahuan luas tentang granit.

Djenne-Djenno, sebuah Situs Warisan Du nia UNESCO yang terletak di Lembah Sungai Niger di Mali menunjukkan,metalurgi tiba di Afrika Barat sekitar milenium pertama sebe lum masehi (SM). Kemudian, pada milenium pertama masehi, produksi besi dirasa terlalu besar sehingga ide ekspor pun muncul.

Maka, banyak masyarakat dari Afrika Selatan yang kemudian menjadi eksportir besi di awal milenium kedua. Beragam peralatan per tanian, senjata, perhiasan dari besi dite mu kan di berbagai situs arkeologi di sana. "Soninke (etnis di Afrika Barat) adalah yang pertama mengambil keuntungan dari teknologi pengerjaan besi yang dikembangkan di Afrika Barat sekitar 500 SM hingga 400 SM," tulis Khaleel Shaikh seperti dilansir la man muslimheritage.

Penduduk Pantai Afrika Timur dan pulaupulau yang mengelilingi wilayah tersebut juga memiliki industri metalurgi yang mengun tung kan. Ada banyak contoh tempat pelebur an dan penempaan besi di sepanjang kawasan pantai timur, termasuk Kepulauan Comoro dan Madagaskar.

Metalurgi juga hadir di Zambia dan Afrika Tengah. Selama paruh pertama milenium ke dua masehi, terjadi penambangan dalam skala yang luas dan munculnya karya-karya logam dari Zambia. Di Zimbabwe, emas, besi, tem baga, dan timah juga dapat ditemukan dalam bentuk alat, senjata, dan perhiasan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA