Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Unta Betina Nabi Saleh

Selasa 05 Feb 2019 05:05 WIB

Red: Agung Sasongko

Gurun pasir.

Foto:
Suara menggelegar itu telah membinasakan semua yang ada di daratan kaum Tsamud.

Walaupun Tsamud telah mengambil ke untungan besar dari unta Saleh, mereka tetap berpikiran dan bersikap picik. Mereka membenci keberadaan sang nabi dan untanya. Maka, mereka menyem belih hewan milik Nabi Saleh.

Pembunuh unta ini adalah orang yang pa ling celaka di kalangan kaum Tsa mud. Setelah beberapa dari mereka beriman, pemuka kaum Tsamud ingin beriman namun dihalangi oleh Dzu'ab bin Amr bin Labid dan al-Huba seorang penjaga berhala serta Rabab bin Sha'ar bin Jalhas.

Rasulullah telah menjelaskan pembunuh unta itu di dalam salah satu hadis bahwa dia adalah laki-laki berkulit merah. Rasulullah pernah bersabda kepa da Ali bin Abi Thalib dan Ammar RA, beliau mengatakan: Maukah ka lian berdua aku beri tahu siapa manusia paling celaka dari dua orang laki-laki? Kami menjawab: Ya, wahai Rasulul lah. Nabi bersabda: Seorang laki-laki ber kulit merah di kalangan Tsamud. Dialah pembunuh unta dan orang yang memukulmu, ya Ali, di sini (ubun-ubun nya) hingga basah oleh darah. (HR Ahmad).

Dalam hadis lain, Rasulullah menya takan, dia adalah seorang pembesar yang berasal dari kaum Tsamud. Kitab Shahihain menyebutkan, Rasulullah bersabda ketika bangkit orang yang paling celaka, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda: Bangkitlah seorang laki-laki yang kotor, busuk, perusak, mulia di antara kaumnya, seperti Abu Zam'ah. (HR al-Bukhari, 6/378, no. 3377 dan Muslim, 4/2191 no. 2855).

Penyebab dibunuhnya unta itu karena Unaizah binti Ghanam bin Majlaz atau Ummu Utsman, wanita tua yang sangat memusuhi Nabi Saleh. Suami nya Dzu'ab bin Amr. Wanita kedua Sha daqah binti al-Muhaya bin Zuhair bin Mukhtar. Mereka berdua sepakat men cari orang untuk membu nuh unta beti na.

Shadaqah memerintahkan al-Hubab, tapi menolak. Lalu meminta Masda bin Mahraj bin al Muhayya. Masda memerintahkan Qidar bin Salif bin Jidz'i. Qidar akan diberikan anak gadisnya yang paling dia suka jika menuruti perintahnya.

Sumber : Dialog Jumat Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA