Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Lautan dan Masa Depan Hidup Manusia

Kamis 10 Jan 2019 06:36 WIB

Red: Agung Sasongko

Lautan nan dalam (ilustrasi)

Lautan nan dalam (ilustrasi)

Foto: bachelortrade.com
Lautan memiliki sumber kekayaan tak ternilai, lautan memiliki energi tak terbatas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laut memang memiliki kekayaan tak terhingga. Di dalam Alquran, Allah SWT pun berfirman, "Dan Dialah yang menundukkan lautan agar dapat kamu makan daging segar daripadanya, dapat kamu keluarkan perhiasan daripadanya untuk dipakai, kamu lihat kapal berlayar di atasnya. Dan, agar kamu cari lagi kelebihannya, agar kamu bersyukur,"(QS an-Nahl ayat 14).

Selain memiliki sumber kekayaan tak ternilai, lautan memiliki energi yang tak terbatas. Di dalam laut, kita menemukan api di dalamnya.   "Demi laut dengan api di dalamnya." (QS Ath Thur ayat 6).  Para ahli tafsir susah payah menyingkap makna objek yang Allah sebutkan untuk bersumpah. Tak terkecuali QS at-Thur ayat 6.

Bambang Pranggono dalam Percikan Sains dalam Alquran menjelaskan, sebagian besar mufasir menafsirkan, ayat itu bercerita tentang kejadian pada hari kiamat. Pada hari itu, lautan akan dipanaskan dengan suhu ribuan derajat celcius. Sesuai dengan Surah at-Takwir ayat 6. "Dan, apabila lautan dipanaskan."

Imam Ibnu Jarir at-Thabari menuliskan satu tafsir yang berbeda tentang salah satu ayat di dalam surah at-Thur tersebut. Penjelasan ini berasal dari Abdullah bin Umar, "Yang dimaksud adalah lautan berapi yang berada di langit di bawah Arsy." Sementara itu, Imam az-Zamakhsyari dalam tafsir Al Kassyaf mengaitkannya kepada dialog antara Ali bin Abi Thalib dengan orang Yahudi. Ali bertanya, "Di mana letak neraka?" Si Yahudi menjawab, "di laut." Ali berkata, "Aku melihat bahwa dia adalah benar."

Karena itu, Bambang menyimpulkan ada tiga tafsiran tentang ayat tersebut. Pertama, lautan berapi itu kelak akan muncul di hari kiamat. Kedua, lautan berapi sekarang sudah ada, tapi di langit. Terakhir, lautan berapi itu memang ada sekarang. Semua tafsiran tersebut merupakan pendekatan akal.

 

sumber : Dialog Jumat Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA