Selasa 21 Aug 2018 16:52 WIB

Unta Sang Penentu

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW

Masjid Nabawi
Foto: Republika/Karta Raharja Ucu
Masjid Nabawi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW setelah Masjid Quba. Masjid Quba didirikan saat perjalanan hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah.

Pembangunan masjid ini sudah dilakukan sejak Rasulullah SAW tiba di Madinah. Selepas membangun Masjid Quba, Rasul SAW melanjutkan perjalanan menuju Yatsrib yang kini bernama Madinah. Di kota ini, Rasul SAW mendirikan Masjid Nabawi.

Ada yang unik dalam pembangunan Masjid Nabawi ini. Sebab, saat memasuki Madinah, banyak sahabat Anshar yang menawarkan diri untuk memberikan tempat tinggal kepada Rasul SAW. Banyaknya permintaan itu tentu saja akan membuat Rasul SAW sulit menentukan pilihan.

Bahkan, dikhawatirkan, jika Rasul SAW memilih salah satunya, akan timbul perasaan iri di antara mereka. Oleh karena itu, Rasul SAW memasrahkan penentuannya oleh unta yang menjadi tunggangannya. Di mana unta itu berhenti dan duduk, disitulah Rasul SAW akan membangun tempat ibadah dan rumahnya.

Biarkanlah unta ini jalan karena ia diperintah Allah. Setelah sampai di depan rumah Abu Ayyub al-Anshari, unta tersebut berhenti. Kemudian, dipersilakan oleh Abu Ayyub al-Anshari tinggal di rumahnya.

Setelah tinggal beberapa bulan di rumah Abu Ayyub al-Anshari, Nabi SAW mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As’ad bin Zurrah yang diserahkan sebagai wakaf. Sebagian lagi milik dua anak yatim bersaudara, Sahl dan Suhail bin ‘Amr. Lokasi tanah milik kedua anak yatim itu merupakan lahan penjemuran buah kurma.

Ketika pertama kali didirikan, masjid ini berukuran sekitar 50x50 meter dengan tinggi atap sekitar 3,5 meter. Rasulullah SAW membangunnya bersama dengan para sahabat dan kaum Muslim. Beliau juga meletakkan batu pertama. Selanjutnya batu kedua, ketiga, keempat, dan kelima masing-masing diletakkan oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu tanah, sedangkan tiang-tiangnya dari batang kurma dan atapnya dari pelepah daun kurma. Bagian halaman masjid ditutup dengan batu-batu kecil. Kiblat masjid dibuat menghadap Baitul Maqdis karena pada saat itu belum turun perintah untuk menghadap kiblat ke Baitullah di Makkah.

Di bangunan Masjid Nabawi awal ini, terdapat tiga buah pintu, yaitu pintu kanan, pintu kiri, dan pintu belakang. Panjang masjid 70 hasta dan lebar 60 hasta. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan.

Pada waktu shalat Isya, sebagai sumber penerangan, digunakan pelepah daun kurma yang kering dan dibakar. Karena itu, bisa dikatakan masjid yang dibangun Nabi SAW beserta para sahabat dan kaum Muslim di Madinah itu sederhana sekali tanpa hiasan, tikar, dan penerangan.

sumber : Dialog Jumat Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement