Senin 02 Apr 2018 17:14 WIB

Agar Masjid Tua Nusantara Dilirik Wisatawan

Tantangannya adalah meningkatkan pelayanan.

Rep: Muhyiddin/Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
 Masjid Langgar Tinggi, Pekojan, Jakarta Utara.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Masjid Langgar Tinggi, Pekojan, Jakarta Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arsiya Heni Puspita, seorang praktisi wisata Muslim ber pandang an, wisata masjid tua di In donesia terbilang potensial, terutama karena Indonesia merupakan ne gara dengan mayoritas penduduk Muslim.

`'Sebab, perkembangan Islam di mana pun pasti berawal dari masjid.

Oleh karena itu, menarik kalau wisata masjid tua di kem bangkan menjadi objek wisata,'' ujar Heni, sapaan akrabnya.

Daya tarik masjid tua, menurut Heni, biasanya lewat sejarah perkem bangan Islam dan kebudayaan di kawasan masjid tersebut dan arsitektur masjid yang unik. Nilai plus lainnya adalah dengan wisata ini semangat keislaman dan per sauda raan sesama Muslim biasanya semakin bertambah.

Saat ini, wisata masjid tua, baik di Indonesia maupun di luar negeri, sudah cukup berkembang.Sayangnya, objek wisata masjid tua di Indo nesia cenderung dianggap tidak asing lagi oleh masyarakat Indonesia.

Menurut Heni, ini lantaran masyarakat Muslim menjadi ma yoritas di Indonesia sehingga masjid berdiri di mana-mana. Lain halnya ketika kita berkunjung ke satu negara dengan penduduk Muslim yang terbilang minoritas.

''Ketika umat Islam menjadi minoritas di suatu negara, tetapi bisa mendirikan masjid yang usianya tua, inilah yang mungkin menarik wisatawan untuk me ngunjunginya,'' kata pemilik lisensi dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta dan tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Alhasil, meski wisata masjid tua menarik untuk dilirik, ada tan tangan yang harus dihadapi agar dapat membuat potensi wisata ini lebih memikat.

Heni menyebutkan, tan tang annya adalah meningkatkan pe la yanan.

Menurut dia, jumlah pemandu wisata Muslim belum banyak. Artinya, pihak penyedia jasa wisata Islami harus punya sumber daya manusia yang berwawasan luas tentang wisata halal, sejarah, dan budaya lokasi wisata yang dituju.

Belum lagi masalah perawatan masjid.''Dibandingkan dengan mas jid-masjid tua dan bersejarah di luar negeri, beberapa masjid tua dan bersejarah di Indonesia ter bilang minim perawatan karena biayanya berasal dari swadaya masyarakat," ujar Heni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement