Senin 04 Sep 2017 18:15 WIB

Geliat Dakwah Islam di Trinidad & Tobago

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Agung Sasongko
Masjid di Trinidad Tobago
Masjid di Trinidad Tobago

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadaan umat Islam di Trinidad & Tobago sendiri memiliki sejarah yang panjang. Menurut catatan, kaum Muslim pertama yang menetap di negeri itu adalah para budak kulit hitam dari suku Mandingo asal Afrika Barat. Mereka dibawa dari tanah leluhurnya ke Trinidad oleh para penjajah Eropa pada 1740 silam. Selanjutnya, sepanjang 1816-1825, budak Muslim Afrika yang didatangkan ke Trinidad semakin bertambah banyak jumlahnya.

Sejak 1840-an, imigran Muslim dari Asia Selatan mulai berdatangan ke Trinidad untuk bekerja sebagai buruh di perkebunan tebu dan kakao milik Pemerintah Kolonial Inggris. Jumlah mereka terus meningkat hingga akhirnya membentuk komunitas tersendiri di negeri itu. Umat Islam yang dijumpai di Trinidad hari ini umumnya adalah keturunan dari orang-orang Asia Selatan tersebut.

Selama beberapa dekade terakhir, umat Muslim di Trinidad telah membuat kemajuan di berbagai bidang, termasuk bidang keagamaan. Tidak sedikit dari mereka memiliki profesi sebagai dokter, pengacara, guru, insinyur, ahli kimia, pengusaha, pedagang, bahkan politikus.

Perkembangan Islam hari ini di negara tersebut tidak terlepas dari peranan masyarakat Muslim dari belahan dunia lainnya. Antara lain, India, Pakistan, Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Arab Saudi yang telah membantu menghidupkan kembali kesadaran umat Muslim di Karibia selama seratus tiga puluh tahun terakhir.

Beberapa siswa Muslim di Trinidad ada pula yang dikirim ke pusat-pusat studi Islam di UEA, Pakistan, dan Arab Saudi. Harapannya, mereka kelak dapat kembali ke tanah airnya sebagai dai yang terlatih.

Beberapa tokoh Muslim turut memainkan peran penting di pemerintahan dan parlemen Trinidad & Tobago. Satu di antaranya adalah Mrs Model Donafarnik Davidson yang sempat menjadi perhatian dunia karena merupakan Muslimah mualaf pertama yang menduduki jabatan menteri dalam negeri Trinidad & Tobago. Perempuan itu mengikrarkan dua kalimat syahadat pada 1975. Setelah masuk Islam, ia lantas mengganti namanya menjadi Madame Fatima Mik Davidson.

Yang tidak kalah pentingnya dalam sejarah pemerintahan Trinidad & Tobago, negeri kepulauan tersebut juga menjadi negara pertama di Benua Amerika yang pernah dipimpin oleh seorang presiden Muslim. Dia adalah Noor Mohamed Hassanali (13 Agustus 1918 - 25 Agustus 2006) yang merupakan presiden kedua Republik Trinidad & Tobago dengan masa jabatan 10 tahun, yakni dari 1987-1997.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement