Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Merenungi Kematian: Zikrul Maut

Rabu 26 Jun 2019 17:25 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Kematian (ilustrasi)

Kematian (ilustrasi)

Foto: Dailymail.co.uk
Kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi bagi manusia

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prayitno

Baca Juga

Kematian merupakan kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia. Kita berharap agar menghadapi kematian dalam keadaan tunduk dan patuh kepada-Nya. Karena itu, tidaklah terlalu penting kapan kita akan mati, tapi yang penting adalah sejauh mana persiapan menghadapi kematian itu dengan amal saleh.

Selalu ingat mati (zikrul maut) akan merangsang kita untuk memperbanyak amal saleh. Paling tidak, ada lima zikrul maut yang bisa kita lakukan. Pertama, menjenguk orang sakit guna mendapatkan hikmah agar menjadi semakin sadar betapa pentingnya kesehatan itu. Dengan sakit, seseorang tidak akan bisa melakukan apa-apa, sehingga akan tertanam tekad untuk memanfaatkan masa sehat dengan banyak beribadah kepada Allah SWT. ''Barang siapa yang mengunjungi orang yang sakit, maka berserulah Malaikat dari langit. Engkau telah berbuat baik, baik pula perjalananmu, engkau akan mendiami rumah dalam surga.'' (HR Ibnu Majah).

Kegiatan kedua untuk mengingat mati adalah dengan takziyah atau mendatangi orang yang meninggal. Takziyah dimaksudkan untuk mendoakan mereka yang mati, menggembirakan anggota keluarga yang ditinggal, serta ikut mengurus jenazah dengan memandikan, menshalatkan, dan menguburkannya. ''Cukuplah mati sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan.'' ( HR Thabrani).

Ketiga adalah melakukan ziarah kubur. Ziarah kubur ini semula dilarang oleh Rasulullah SAW, namun kemudian dianjurkan dalam rangka zikrul maut. Ziarah kubur akan memberi kesadaran bahwa cepat atau lambat, kita pun akan seperti orang yang berada dalam kuburan itu. Masalahnya, kebahagiaan atau siksaan yang akan kita terima, sangat tergantung dari amal saleh yang kita lakukan selama hidup.

Zikrul maut keempat adalah dengan memantapkan keimanan kita akan datangnya hari kiamat atau hari akhir. Bukan seperti keyakinan orang-orang kafir yang memungkiri akan adanya hari akhirat. ''Dan mereka berkata, kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia ini saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali masa, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.'' (QS Al-Jaatsiyah (45): 24).

Kelima adalah menghayati dalil-dalil kehidupan akhirat yang banyak tergambar dalam Alquran maupun hadis Rasulullah SAW berupa siksaan bagi yang ingkar dan balasan surga buat yang beramal saleh. ''Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang baru, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.'' (QS An-Nisa (4): 56).

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA