Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Setia di Jalan Takwa

Senin 17 Jun 2019 16:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: alifmusic.net
Setia di jalan takwa dapat mengalahkan kecintaan hamba terhadap dunia.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Alkisah, ada dua sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat setia kepada istri masing-ma sing. Dua sahabat itu adalah Umar bin al-Khattab dan Anas bin Malik RA. Ke duanya selalu membangunkan istrinya, kemudian anaknya, agar dapat melaksanakan shalat Tahajud dan makan sahur bersama.

Kedua sahabat ini merasa sangat terkesan saat mendengar hadis qudsi, "Wahai Muhammad, ketahuilah bahwa kemuliaan orang Mukmin itu terletak pada qiyamul lail." (HR Muslim).

Sedemikian mendalamnya kesan itu, sehingga Umar bin al-Khattab menyampaikan pesan ke pada rakyatnya, "Manisnya kehidupan dunia itu terletak pada tiga hal: qiyamul lail, bertemu dengan sahabat seperjuangan, dan shalat berjamaah." Diriwayatkan Aisyah RA, Rasulullah SAW pernah melakukan shalat Tahajud dalam waktu sangat lama. Beliau meminta Aisyah, untuk membiarkannya berberibadah kepada Allah dengan khusyuk.

Aisyah RA mendekati Rasulullah dan berkata, "Demi Allah, aku ingin selalu dekat denganmu dan melakukan sesuatu yang dapat membahagia kanmu!" Rasul pun bergeming terhadap "ajakan" Aisyah. Rasul lalu mengambil air wudhu dan melanjutkan shalat malamnya saat itu.

Aisyah kemudian mengisahkan bahwa Rasul meneruskan shalat malamnya sambil menitikkan air mata. Air mata itu mula-mula hanya membasahi pipi, lalu jenggot, sampai akhirnya membasahi tempat sujud beliau. Rasulullah tidak henti-hentinya menangis dalam shalat Tahajud itu hingga Bilal RA mengumandangkan azan Subuh.

Aisyah bertanya, "Mengapa engkau menangis seperti itu? Tidakkah Allah telah mengampuni dosa masa lalu dan mendatang engkau?" Rasul menjawab, "Sungguh aku beribadah seperti itu karena aku ingin menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur!" Bersyukur merupakan jalan takwa kepada Allah dengan mendekatkan diri kepada-Nya.

Setia di jalan takwa dapat mengalahkan kecintaan hamba terhadap dunia, harta, takhta, bahkan wanita. Oleh karena itu, Nabi SAW menela dankan kesetiaan di jalan takwa dengan selalu berdoa, "Ya Allah, se sung guhnya aku memohon kepada- Mu untuk selalu merasa takut kepa da-Mu, di saat sendiri maupun ramai.

Aku memohon kepada-Mu kelezatan untuk memandang wajah-Mu, dan me rindukan pertemuan mesra nan indah dengan-Mu dalam situasi tanpa penderitaan yang membahayakan dan tanpa fitnah yang menyesatkan." (HR an-Nasai no 1304). Setia di jalan takwa adalah solusi kehidupan, pem buka pintu rezeki, dan pelancar sega la urusan (QS ath- Thalaq [65]: 2-4). ¦ 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA