Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Karunia Orang Bertakwa

Sabtu 08 Jun 2019 04:14 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: blog.science.gc.ca
Orang yang membaca istighfar akan diberi ampunan oleh Allah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Abdul Syukur

JAKARTA -- Ibnu Abbas meriwayatkan hadis dari Nabi SAW yang mengatakan, "Orang yang banyak membaca istighfar akan Allah jauhkan dari segala kesusahan, akan diberi jalan keluar dari segala kesempitan, dan akan diberi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka." (HR Abu Daud).

Istighfar yang dimaksud dalam hadis ini adalah permintaan ampunan kepada Allah untuk orang yang berdosa maupun tidak berdosa. Untuk orang yang berdosa sebagai penghapus terhadap dosa-dosanya tersebut, sedangkan untuk orang yang tidak berdosa, istighfar berfungsi sebagai penambah pahala dan meningkatkan posisi seseorang di sisi Allah SWT.

Orang yang membaca istighfar akan diberi ampunan oleh Allah jika ia bersungguh-sungguh dalam permohonannya tersebut. Misalnya, ia berdosa kepada Allah, ketika membaca istighfar dengan niat yang sungguh-sungguh dan benar-benar mengharap ampunan-Nya, niscaya orang tersebut akan diberi ampunan oleh Allah.

Begitu pula orang berdosa pada sesama manusia, Allah tidak akan menerima istighfarnya atau permohonan ampunannya, kecuali orang tersebut telah meminta maaf kepada orang yang dizaliminya. Dengan demikian, istighfar yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah ampunan dari Allah yang menghapus semua dosa orang yang beristighfar atau bahkan untuk menambah pahala dan meningkatkan posisinya di sisi Allah jika ternyata istighfarnya lebih banyak dari dosa-dosanya.

Istighfar yang seperti ini memiliki korelasi sangat erat dengan makna takwa yang dalam surah al-Baqarah ayat 183 dijadikan tujuan dari puasa Ramadhan. Yaitu, takwa yang memiliki arti menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya sehingga orang tersebut menjadi tidak berdosa. Yakni, sama dengan orang yang beristighfar.

Orang-orang seperti inilah yang pantas Allah jauhkan dari segala kesusahan, yang pantas Allah beri jalan keluar dari segala kesempitan, dan yang pantas Allah beri rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka, seperti yang Allah janjikan melalui hadis Rasul-Nya. Atau, sebagaimana yang Allah janjikan sendiri dalam surah al-Talaq ayat 2-3 yang artinya, "Dan, orang yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberinya jalan keluar dari segala kesempitan dan memberinya rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka."

Janji Allah ini terbukti langsung dengan peristiwa yang pernah terjadi pada masa Rasulullah dan menjadi sebab turunnya ayat 2-3 surah al-Talaq. Disebutkan bahwa salah seorang sahabat Nabi yang bernama Auf bin Malik al-Asyja'i memiliki anak yang ditawan oleh orang-orang musyrik, kemudian ia mendatangi Rasulullah dan menjelaskan peristiwa tersebut dan betapa pentingnya peran anaknya bagi kehidupan keluarganya, lalu Rasulullah menyuruhnya bersabar dan bersabda, "Sesungguhnya Allah akan memberimu jalan keluar."

Tak lama dari itu, anaknya bisa melarikan diri dari tangan musuh dan menggiring binatang ternaknya kembali pada kedua orang tuanya. Demikianlah di antara cara Allah memberikan jalan keluar dan karunia yang tak disangka-sangka bagi orang-orang yang bertakwa. Yakni, orang-orang yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA