Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Orang Beruntung

Ahad 12 Mei 2019 15:05 WIB

Red: Agung Sasongko

Ramadhan

Ramadhan

Foto: IST
Mari manfaatkan Ramadhan untuk menjadi orang yang beruntung

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ridwan Hasan Putra

 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya menaati ke benaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran" (QS al Ashr [103]: 1 – 3).

Pada surah al-Ashr, kita memahami bahwa orang tidak akan merugi jika beriman (mengaktifkan hati), mengerjakan amal saleh (mengaktifkan pancaindra/fisik), dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran (mengaktifkan akal se banyak dua kali). Berdasarkan su rah al-Ashr, manusia tidak akan me rugi jika mengaktifkan tiga antena manusia, yaitu hati, pancaindra, dan akal.

Dalam cara berpikir suprarasional, tiga antena ini membentuk bangunan tiga dimensi virtual yang berfungsi sebagai wadah rezeki untuk menampung rezeki yang datangnya dari langit (rahmat Allah). Jika seseorang imannya kuat, banyak melakukan amal saleh, dan konsisten saling menasihati dalam ketaatan dan kesabaran, wadah rezekinya akan besar sehingga rezeki yang diperoleh atau yang dimilikinya pasti besar. Orang yang seperti ini walaupun tidak terlihat bersusah payah dalam mencari nafkah, rezekinya pasti banyak.

Sebaliknya, jika orang tersebut imannya lemah, amal salehnya se dikit, dan jarang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, wadah rezeki orang tersebut akan se dikit sehingga rezeki yang diperoleh atau dimilikinya akan sedikit pula.

Orang seperti ini walaupun kerja susah payah membanting tulan siang dan malam, rezeki yang diperolehnya pasti sedikit. Orang seperti ini terma suk orang yang merugi karena usaha kerasnya tidak menghasilkan sesuatu sesuai harapan karena wadah rezekinya kecil.

Fakta seperti ini sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita pahami lebih jauh, wadah rezeki itulah sebenarnya penentu besar atau kecilnya rezeki yang akan diterima, bukan dari usaha atau kerja kerasnya dalam mencari nafkah.

Oleh karena itu, marilah kita berlombalomba untuk memperbesar wadah rezeki ini melalui aktivitas beramal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Rezeki ini tidak harus berupa uang, pangkat, atau jabatan. Rezeki bisa juga berupa anak yang saleh dan pintar, keluarga sehat dan bahagia, dimudahkan dalam berbagai urusan, dll.

Hal yang jauh lebih penting, wadah rezeki yang dimaksud dalam tulisan ini bukan hanya untuk menampung rezeki untuk bekal kepentingan dunia, melainkan juga untuk bekal kehidupan akhirat. Makin banyak rezeki yang ditampung melalui berbagai amal ibadah, akan makin banyak bekal yang dimiliki untuk kehidupan akhirat.

Jika seorang Muslim ingin membuat wadah rezekinya membesar dengan cepat agar bekal hidup yang dimilikinya banyak, yang harus dilakukan adalah melakukan perbuatan baik secara berjamaah dan untuk kepentingan orang banyak serta dilakukan pada waktu di mana pintu rahmat dibuka sebesar-besarnya, yaitu pada bulan Ramadhan. Mari manfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya agar kita tidak menjadi orang yang merugi atau menjadi orang beruntung. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA