Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Saling Mendoakan

Senin 09 Dec 2013 03:19 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Ustaz Yusuf Mansur

Ustaz Yusuf Mansur

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ustaz Yusuf Mansur

Jika kita ingin meminta kebahagiaan, kesehatan, kesenangan, rezeki berupa uang, pekerjaan, rumah tangga, anak-anak keturunan yang saleh salehah, lagi sehat-sehat, panjang umur, maka mintalah bukan hanya untuk diri kita.

Tapi juga untuk semua manusia di jagad alam ini. Kalo perlu, ketika bicara rezeki, minta buat seluruh penghuni alam semesta.

Ya, hanya dengan menambahkan sedikit kalimat, kita bakal menangguk kebaikan yang bukan main banyaknya. Energi doa buat yang lain, baliknya segede, seluas, sebanyak, sebaik, doa-doa yang kita panjatkan untuk yang lain.

Apalagi Islam memberi penilaian spesial, pahala dan kebaikan tambahan. Bahwa di setiap doa untuk semua mukmin mukminah, muslim muslimah, maka tiap satu orang tersebut, dihitung sebagai sedekah. Sedang setiap sedekah, diganjar 10 kali hingga 700 kali lipat.

Bayangkan ketika kita mendoakan dua milyar penduduk muslim? Itu akan bertambah-tambah, misalnya, ketika kita menyebut doa kita untuk semua muslim muslimah di semua zaman hingga akhir zaman. Masya Allah jumlahnya.

Ditambah lagi jika mau memohonkan kebaikan untuk semua manusia, misalnya untuk kesehatan, keamanan,  keselamatan, yang tentunya boleh, plus bagi semua makhluk di muka bumi.

Allahu akbar. Untuk pepohonan, dedaunan, pasir, air, udara... Bisa juga kita doakan, agar misalnya, amal tasbih penghuni alam diterima.

Malaikat-malaikat, yang pastinya diterima tasbih dan zikirnya, bisa juga kita doakan agar diterima Allah amal-amalnya. Para nabi, para rasul, para alim ulama, hingga ulama-ulama akhir zaman, kita doakan pula.

Allahu akbar, betapa dahsyatnya kebaikan yang kembali buat kita. Secara kita doakan saja Rasul kita, Nabi kita, Muhammad shalla 'alaih, udah nggak keruan banyaknya kebaikan, ini semua nabi.

Ya, pokoknya saat berdoa, lebarin, luasin, panjangin, banyakin, buat orang lain dan alam, di luar diri kita dan keluarga kita.

Hingga satu pagi, santri-santri Daarul Qur'an, ketika ditanya, "Gimana ananda berdoa saat mau mengerjakan ujian di hari ujian?". Jawabannya, menggembirakan. Buah dari pengajaran dan pengasuhan ustadz ustadzah di pondok.

Jawabannya, "Yaa Allah, ampuni saya, dan semua santri di Daarul Qur'an, berikut semua pengasuh, pengurus, pesantren, dan keluarga besarnya kami semua. Ampuni seluruh keluarga besar pesantren lain sedunia-Mu. Mudahkan saya, dan kawan-kawan sepesantren Daarul Qur'an, dan seluruh pesantren di seluruh dunia-Mu. Berikan kebaikan buat yang bikin soal, yang ngawasin, yang mereksa, yang nilai. Dan berikan kemudahan dan kesuksesan ujian dan penyelenggaraan ujian, di ujian-ujian berikutnya, dari santri-santri yang datang setelah kami hingga akhir zaman nanti..."

Subhaanallaah... Terasa kepedulian dan kebersamaannyan bahkan ketika masih berwujud doa. Mudah-mudahan juga nanti di amal-amal salehnya, di rizkinya, juga bukan untuk dirinya sendiri saja. Tapi untuk alam semesta dan seisinya.

Kiranya, mulai sekarang, kalau minta sembuh dari flu, batuk, doanya dilebarin, diluasin, dipanjangin... "Sembuhkanlah flu saya, dan flunya mereka-mereka yang flu. Juga flunya yang flu yang menimpa orang-orang kemudian...".

Hingga bila flu itu menimpa orang lain, maka kebaikan mengalir buat beliau yang flu, dan mengalir balik ke kita. Bayangkan itu. Kembangkan lagi di semua urusan doa dan mendoakan.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA