Kamis 09 Jan 2020 13:50 WIB

Masjid India Biayai dan Jadi Tempat Menikah Pasangan Hindu

Kemurahan hati pengelola masjid contoh keharmonisan antaragama di India.

Rep: Febryan A./ Red: Ani Nursalikah
Masjid India Biayai dan Jadi Tempat Menikah Pasangan Hindu (ilustrasi).
Foto: Hindustan Times
Masjid India Biayai dan Jadi Tempat Menikah Pasangan Hindu (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Sebuah Masjid di Negara Bagian Kerala, India memutuskan menjadi tempat pernikahan dan memberikan bantuan dana kepada pasangan Hindu bernama Anju dan Sarath Sasi. Keduanya terlilit masalah keuangan untuk membiayai pernikahan mereka yang akan digelar 19 Januari mendatang.

Dilansir di Asia News, Kamis (9/1), pernikahan itu akan diselenggarakan dengan tradisi Hindu di Masjid Jamaah Muslim Cheruvally, Kayamkulam, Distrik Alappuzha, Kerala. Sebuah pesta pernikahan vegetarian akan diselenggarakan untuk sekitar seribu tamu.

Baca Juga

Sekretaris Komite Masjid Jamaah Muslim Cheruvally, Nujumuddin Alummoottil mengatakan, mendapatkan permohonan bantuan itu dari Bidhu, ibu dari Anju, sekitar dua bulan yang lalu. Keluarga mereka dalam kondisi keuangan yang sulit sejak kematian ayah Anju, Ashokan pada 2018. Pengelola masjid pun menyetujuinya.

Pernikahan akan diselenggarakan pukul 11.30 hingga 12.30 waktu setempat di halaman depan masjid. Tenda besar atau shamiana akan didirikan untuk perhelatan tersebut.

Tak sampai di situ, masjid juga akan memberikan bantuan dana untuk kedua pasangan guna memulai kehidupan pernikahannya. Masjid memberi bantuan tunai sebesar 200 ribu rupees (sekitar Rp 38 juta) kepada pengantin pria dan perhiasan emas untuk pengantin wanita.

Kemurahan hati pengelola masjid ini disebut sebagai contoh keharmonisan antaragama di saat India dilanda konflik sektarian. Amandemen undang-undang kewarganegaraan India mengecualikan pengajuan imigran Muslim menjadi warga negara.

Pada pekan lalu, Gereja St Thomas di Kothamangalam membuka pintunya bagi umat Islam yang pulang dari aksi protes undang-undang kewarganegaraan tersebut. Umat Muslim dipersilakan untuk shalat di gereja tersebut.

Ketika berita pernikahan ini mulai dipublikasikan secara daring, pengelola masjid menerima banyak catatan terima kasih. Namun, berita palsu juga muncul dengan menyebut pasangan itu berencana masuk Islam.

Nujumuddin menegaskan kabar itu tidak benar. Pernikahan itu akan tetap mengikuti ritual Hindu. Mereka yang menyebarkan kebencian, kata dia, seharusnya diabaikan saja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement