Rabu 28 Mar 2018 05:46 WIB

Empowering Indonesia Latih Mahasiswa UII

Empowering Indonesia diharapkan bisa meningkatkan pemberdayaan diri.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Dwi Murdaningsih
Pemimpin program Empowering Indonesia Mohamad Soleh
Foto: ist
Pemimpin program Empowering Indonesia Mohamad Soleh

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Program Nasional Empowering Indonesia mulai menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dalam memberdayakan para mahasiswa. Mereka digadang untuk dapat menjadi agen Empowering Indonesia yang ahli Smart Empowerment Technique (SET).

Pemimpin program, Mohamad Soleh mengatakan kerjasama bertujuan berkontribusi dalam pembangunan kompetensi para generasi muda Indonesia. Soleh yang juga merupakan penulis buku (SET) diminta oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) untuk mengisi kegiatan Seminar Self Empowerment beberapa waktu lalu.

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan para peserta agar lebih efektif lagi dalam pemberdayaan diri. Pemberdayaan diri akan semakin cepat dan efektif bila menerapkan kerangka kerja Personal Character Empowerment.

Kerangka kerjanya diawali dengan Knowing my self, yaitu mengetahui seluruh potensi, kebutuhan dan problem yang dihadapi, cara berpikir, pola kepribadian dan visi kedepannya. Setelah mengetahui, maka lebih mudah untuk menerima diri.

Setelah ini, seseorang akan merasa lebih bersyukur dan meridhoi apa saja yang diterimanya saat ini. "Ketika sudah ridho dan ikhlas, maka diri kita akan semakin powerfull, self esteem tinggi, keyakinan meningkat, sehingga mudah fokus," katanya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (27/3).

Dalam pembelajaran ini, Soleh langsung mengkondisikan para mahasiswa untuk menuliskan visi mereka berbasis metode SMART. Lalu dilanjutkan dengan mempraktekan teknik menciptakan tombol.

Ini adalah sebuah teknik sugesti fisik yang menjadi tools dalam mindset motivation mahasiswa secara mandiri. Dalam acara tersebut, juga ada Saiful Aziz &Nyda Afsari yang merupakan para mahasiswa berprestasi yang akan menjadi contoh buat para peserta.

Khusus untuk pemateri kedua dan ketiga, pantia merancang acara dengan model bincang-bincang. Kedua pemateri membahas pengalaman sukses dalam meraih prestasi, bagaimana cara memberdayakan diri dan juga bagaimana cara mengoptimalkan potensi tersebut.

Seminar juga dilengkapi dengan berbagai hiburan untuk menghilangkan kepenatan peserta. Dibuka dengan Komunitas Borneo Malenggang dari Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya yang menarikan tarian kombinasi antara tari modern dan tari tradisional.

Dilanjutkan dengan penampilan Imunity Band dari Fakultas Teknik Industri yang membawakan beberapa lagu untuk menemani makan siang peserta seminar. Pada akhir acara diadakan sesi diskusi kelompok mengenai sebuah kasus yang telah dirancang panitia. Peserta kemudian diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok ke depan panggung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement