Selasa 30 Jan 2018 17:15 WIB

Empowering Indonesia Beri Materi SET ke Warga Binaan Lapas

Tujuan adanya program pembinaan agar warga lapas lebih meningkat Well Being.

Empowering Indonesia beri pembinaan bagi warga lapas.
Foto: Empowering Indonesia
Empowering Indonesia beri pembinaan bagi warga lapas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam tiga tahun terakhir Empowering Indonesia terus memberikan materi Smart Empowerment Technique (SET). Materi diberikan merambah ke para warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Tahun 2015 memberikan materi SET ke warga binaan Lapas Putra di tangerang. Tahun 2016 memberikan materi SET ke warga binaan Lapas Putra di Bandung. Sedangkan di awal tahun 2018 ini, bekerja sama dengan program studi (prodi) Psikologi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) membina warga binaan Lapas Wanita di Tangerang.

Tujuan adanya program ini adalah agar warga binaan Lapas lebih meningkat Well being nya. Yaitu suatu kondisi seseorang yang memiliki kemampuan menerima diri sendiri maupun kehidupannya di masa lalu (self-acceptance), pengembangan atau pertumbuhan diri (personal growth), keyakinan bahwa hidupnya bermakna dan memiliki tujuan (purpose in life), memiliki kualitas hubungan positif dengan orang lain (positive relationship with others), kapasitas untuk mengatur kehidupan dan lingkungan secara efektif (environmental mastery), dan kemampuan untuk menentukan

tindakan sendiri (autonomy).

Langkah awalnya, pada tanggal 18 Januari 2018 para mahasiswa Psikologi UAI yang dibimbing langsung oleh Kepala Prodi Psikologinya, Radhiya Bustan, dibriefing oleh Mohamad Soleh founder SET mengenai tahapan materi dan peran para mahasiswa UAI dalam membina para warga binaan tersebut. Setelah itu Mohamad Soleh memberikan materi SET dilengkapi dengan praktek teknik Meditasi Dzikir, dilanjutkan dengan teknik Memaafkan serta terakhir teknik bersyukur.

Teknik-teknik SET yang SMART ini dinilai lebih cocok diberikan ke para warga binaan lapas, karena mudah (Simple) dan aplikatif (Applicative) dalam prakteknya, dapat dilakukan sendiri tanpa harus ada bantuan orang lain (Resourceful) serta cepat dirasakan efeknya (Time Quickly). Yang menariknya lagi, teknik SET ini tidak perlu mengetahui atau diketahui masalahnya oleh orang lain, sehingga nyaman untuk dipraktekkan.

Setelah materi SET diberikan, selanjutnya Radhiya Bustan melakukan proses penggalian dampak dari praktek SET tersebut. "Alhamdulillahnya, hanya dua yang tidak merasakan dampaknya dan satu orang yang semakin tidak nyaman," ujar Radhiya Bustan seperti dalam siaran persnya.

Menurut Radhiya, salah satu warga binaan harus diterapi secara personal. Hal ini menurutnya, bisa jadi karena suasana dan kondisi ruang trainingnya yang tidak nyaman, sempit dan panas mempengaruhi kondisinya. Tahap selanjutnya, para

warga binaan tersebut akan dibimbing secara intensif oleh para mahasiswa Psikologi UAI.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement