Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kebencian Terhadap Islam dan Yahudi Meningkat di Jerman

Rabu 12 Jun 2019 16:02 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Islamofobia

Ilustrasi Islamofobia

Foto: Foto : MgRol_94
3 masjid menjadi sasaran kebencian terhadap Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, KAMEN — Sebanyak tiga masjid di Jerman mendapat serangan dalam dua hari terakhir. Pejabat tinggi Persatuan Islam-Turki untuk Urusan Agama Turki (DİTİB), Mustafa Köse, menjabarkan dinding luar Masjid Sultan Eyüp di Kamen, Rhine-Westphalia Utara, digambar grafiti bernada kebencian. Kemudian, ada sejumlah pengacau melemparkan batu ke Masjid Pusat Kassel yang berada di Kota Hessen, Jerman tengah. 

Baca Juga

Selain itu, penyerangan pembakaran salinan Alquran juga terjadi di sebuah masjid di Bremen. “Ketakutan mencengkeram pejabat agama dan komunitas kami,” kata Köse dilansir di Daily Sabah, Rabu (12/6).  

Bahkan, dia mengatakan, komunitas Muslim sedang mempertimbangkan mengunci pintu masjid selama waktu shalat. Saat ini, aparat kepolisian sedang menyelidikan aksi penyerangan tersebut.  

Köse meminta para penyerang harus ditangkap segera. Dia memperkirakan serangan itu terjadi ketika kelompok-kelompok Islamofobia memperoleh lebih banyak kekuasaan politik di Eropa, serta adanya serangan mematikan terhadap masjid-masjid di negara-negara Barat, termasuk serangan di Christchurch, Selandia Baru pada Maret lalu. 

Sekretaris Jenderal DİTİB, Abdurrahman Atasoy, menganggap meningkatnya kebencian terhadap Muslim dan Yahudi berada dalam level mengkhawatirkan. 

Pada 9 Juni 2004, sebuah bom paku meledak di sebuah distrik bisnis di Cologne atau sebuah kota yang dihuni sejumlah besar imigran Turki. Sekitar 22 orang yang sebagian besar warga Turki terluka dalam peristiwa itu. Aksi itu juga menghancurkan gerai pangkas rambut, merusak pertokoan, dan mobil.       

Pada 2011, terungkap bahwa kelompok neo-Nazi, National Socialist Underground (NSU), bertanggung jawab atas pemboman itu. Ancaman yang meningkat menjadi nyata dalam kehidupan publik. Atasoy menggarisbawahi kondisi itu disebabkan kebencian terhadap Muslim dan Yahudi.  

Menunjuk ke NSU yang baru-baru ini membagikan brosur dengan swastika yang tercetak di atasnya, Atasoy menganggap kegiatan itu adalah bagian dari kampanye anti-Muslim. 

Pekan lalu, surat ancaman dengan simbol senjata nuklir, berada di kotak surat warga Turki di Cologne. Beberapa surat yang ditemukan di kotak surat di Jalan Keup kota, membawa pesan kebencian, termasuk, ancaman serangan. “Kamu seperti orang Yahudi. Segera, serangan akan mulai menargetkanmu,” tulis surat itu.

Serangan anti-Muslim telah meningkat di Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu diduga dipicu propaganda dari partai-partai sayap kanan yang mengeksploitasi kekhawatiran atas krisis pengungsi dan terorisme. Polisi mencatat 813 kejahatan rasial terhadap Muslim terjadi tahun lalu. Setidaknya 54 Muslim terluka dalam serangan itu, sebagian besar dilakukan ekstremis sayap kanan. Jerman adalah negara berpenduduk lebih dari 81 juta orang, memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat, setelah Prancis.  

Di antara hampir 4,7 juta Muslim di negara itu, sebanyak tiga juta berasal dari Turki. Banyak orang Jerman asal Turki adalah keturunan imigran Turki generasi kedua dan ketiga yang pindah ke negara itu selama 1960-an.  

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA