Selasa 21 May 2019 22:00 WIB

Ciri Khas Rumah Tradisional di Suriah

Rumah di Suriah memiliki akses melalui ruang sederhana menuju halaman.

Rumah Tradisional Suriah
Foto: muslimheritage.com/Mahmoud Zein Alabidin
Rumah Tradisional Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah-rumah di Suriah biasanya juga mempunyai jalan akses melalui ruang sederhana menuju sebuah halaman yang luas dan indah. Pintu masuknya terdiri dari satu atau dua daun pintu kayu. Aksennya dihias dan diperkuat dengan paku baja.

Ukuran pintu ini relatif lebih kecil daripada pintu-pintu eksternal lainnya. Sedangkan aura kesopanan sangat nampak di bagian dekorasi jendela eksternal yang minim ukiran. Keseragaman bentuk dekorasi ini menyulitkan orang luar untuk menilai tingkat sosial ekonomi pemilik rumah. Pintu masuk umumnya menggambarkan pribadi pemiliknya yang cenderung tertutup.

Baca Juga

Seringnya, pintu masuk hanya mengarah ke jalan sempit yang menghubungkan ujung jalan masuk ke halaman rumah dan dilindungi oleh sebuah tirai. Tujuannya agar orang luar tak dapat melihat secara gamblang seisi rumah. Tapi, hubungan dekat antartetangga sangat kuat dan melahirkan rasa saling percaya.

Bahkan, jika pintu masuk utama dibiarkan terbuka, penghuni Kota Aleppo tak khawatir akan ada orang jahat masuk karena saking ketatnya pengawasan para tetangga dekat rumah.  Mahmoud Zein al-Abidin, Ketua Shadirwan Center for Architecural Heritage, Suriah dalam tulisannya Courtyard Houses of Syria, menjelaskan, tanda pemisah antara ruangan luar dan dalam rumah kerap ditandai dengan keberadaan sebuah air mancur, sumur, atau monumen di tempat terbuka. Biasanya, tiang-tiangnya dihiasi pola geometris yang rumit.

Penghuninya sangat memperhatikan tekstur tanah sebagai penopang bangunannya. Mereka memanfaatkan tanaman-tanaman yang tumbuh liar di sekitar huniannya sebagai dekorasi. Bunga melati atau mawar semak dibiarkan merambat di sekekliling rumah bak pagar hidup. Pohonpohon buah seperti jeruk dan lemon ditanam agar ranum serta harumnya buah mewarnai keindahan rumah.

Suasana yang teduh dilengkapi bangunan pelengkap bernama iwan. Bangunan ini terletak di area terbuka yang berfungsi sebagai tempat menikmati keindahan alam di tengah rumah. Untuk menuju iwan, disediakan pijakan langkah di taman. Biasanya iwan terletak di sebelah utara tiang atau monumen. Kenyamanannya dijaga dengan kanopi berlengkung batu hias serta tempat duduk.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement