Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Tantangan Umat Islam di Mozambik Selama Era Kolonial

Jumat 19 Apr 2019 14:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Bocah Muslim Mozambik

Bocah Muslim Mozambik

Foto: .
Pada masa kolonial, umat Islam paling menderita karena adanya kesalahapahaman.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Pada dekade sebelumnya, Islam pernah menghadapi tantangan serius di Mozambik selama era kolonial. Selama periode Estado Novo (1926-1974), Katolik Roma menjadi agama yang dominan berikut aliansi formal antara gereja dan pemerintah.

Baca Juga

Partai yang berkuasa di Mozambik sejak kemerdekaan, yang dikenal sebagai Frelimo, melakukan kampanye antiagama selama kurun waktu 1979-1982. Setelah kemerdekaan, Frelimo menyatakan Mozambik sebagai negara sekuler dan menasionalisasikan semua sekolah dan fasilitas kesehatan, yang sebelumnya dimiliki dan dijalankan oleh lembaga-lembaga keagamaan. Sikap represif pemerintah ditunjukkan dengan memenjara beberapa ulama pada 1975.

Kampanye antiagama ini dilakukan bukan hanya kepada agama Islam, melainkan agama lainnya juga. Namun, selama masa ini Islam dapat dikatakan menjadi yang paling menderita karena adanya kesalahpahaman atau prasangka dari kepemimpinan Frelimo.

Kampanye antiagama dari Frelimo secara resmi berakhir pada 1982 ketika partai yang berkuasa mengadakan pertemuan besar dengan semua lembaga keagamaan.

Pada kesempatan itu, Frelimo mengakui kesalahan yang telah diperbuat dan menyadari pentingnya persatuan nasional untuk negara. Kontrol negara dari lembaga keagamaan dilanjutkan setelah 1982, tapi serangan negara terhadap agama telah berakhir.

Sejak akhir periode sosialis (1989 dan seterusnya), Muslim telah menjalani keyakinan dengan bebas dan membangun masjid baru. Muslim juga mulai berkontribusi di parlemen.

Organisasi agama Islam mulai dibentuk dan sebuah Universitas Islam didirikan di Nampula, dengan cabang di Inhambane. Mozambik juga merupakan anggota aktif dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA