Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Kasus Islamofobia di Spanyol Dilaporkan Meningkat

Jumat 22 Mar 2019 19:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Islamofobia (ilustrasi)

Islamofobia (ilustrasi)

Foto: Bosh Fawstin
Ada peningkatan sebesar 120 persen dalam kejahatan kebencian pada 2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyebutkan ada peningkatan diskriminiasi agama dan kejahatan rasial di negara itu. Sebagian besar diskriminasi tersebut terjadi pada Muslim.

"Kami telah mengamati peningkatan, meskipun tidak pada tingkat yang mengkhawatirkan, dalam Islamofobia dan serangan terhadap Muslim, dan dalam kebencian agama dalam percakapan di media sosial," kata koorinator layanan yang menangani kejahatan kebencian dan diskriminasi di Barcelona, Miguel Angel Aguilar, seperti dilansir dari Muslimnews, Jumat (22/3).

Dalam laporan itu disebutkan, ada peningkatan sebesar 120 persen dalam kejahatan kebencian pada 2017 dengan total 103 insiden dibandingkan dengan tahun sebelumnya di Spanyol. Aguilar mengatakan, 39 dari 41 kasus yang terkait dengan kejahatan berlatar kebencian agama pada 2017 adalah tentang Islamofobia.

Menurut laporan itu, sebagian besar kejahatan berlatar kebencian agama, yang sebagian besar kasus Islamofobia, terjadi di wilayah Catalonia. Daerah itu menampung sebagian besar dari total 2 juta populasi Muslim di Spanyol. Wilayah Catalonia juga memiliki 317 masjid.

Disebutkan, jika tingkat kejahatan Islamofobia dan serangan di Catalonia saja telah meningkat 307 persen pada 2017 dibandingkan 2016. Laporan pemerintah ini juga menyoroti bahwa sebagian besar pernyataan kebencian tentang agama dibagikan melalui internet.

Sementara itu, disebutkan bahwa Islamofobia di media adalah kenyataan yang tidak perlu dipertanyakan kembali. Laporan tentang Islamofobia di media itu dipersiapkan dengan inisiatif dari beberapa yayasan dan universitas di Spanyol dan baru dikeluarkan pekan lalu.

Mereka mulai bekerja dalam pernyataan Islamofobia di media Spanyol pada 2017. Presiden Fanar Foundation, Pedro Rojo, mengatakan bahwa sekitar 65 persen dari semua artikel di surat kabar pada 2017 adalah Islamofobia. Rojo juga mengatakan, jika mereka bisa mengatakan untuk pertama kalinya bahwa sebagian besar media Spanyol adalah Islamofobia.

Di sisi lain, para pakar juga telah memperingatkan akan meningkatnya kejahatan berlatar kebencian agama dengan meningkatnya kelompok-kelompok politik sayap kanan di negeri Matador ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA