Selasa 03 Apr 2018 13:21 WIB

Pesantren Pertama di Amerika Terus Alami Perkembangan

Kegiatan komunitas juga sudah dilakukan pertama kali di pesantren tersebut.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Gita Amanda
Ustadz Imam Shamsi Ali memberikan paparannya saat kunjungan di Kantor Republika, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Jumat (23/3).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Ustadz Imam Shamsi Ali memberikan paparannya saat kunjungan di Kantor Republika, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Jumat (23/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesantren pertama di Amerika Serikat yang didirikan oleh Nusantara Foundation saat ini terus mengalami perkembangan. Imam Islamic Center New York, Amerika, asal Indonesia, Imam Shamsi Ali mengatakan pembangunan persantren ini atas dukungan banyak pihak.

"Sejak awal pekan lalu, Alhamdulillah, telah dimulai merenovasi gedung-gedung tua yang rencananya akan dimanfaatkan hingga terwujud rencana pembangunan yang menyeluruh," kata Imam Shamsi Ali dalam siaran pers yang diterima oleh Republika.co.id, Selasa (3/4).

Imam Shamsi Ali juga mengatakan pada 1 April lalu, di lokasi pesantren yang terletak di sebuah kota kecil indah bernama Moodus, Connecticut itu, juga telah dilakukan kegiatan komunitas pertama di lokasi pesantren. Kegiatan itu dihadiri oleh banyak anggota masyarakat Muslim dari New York dengan berbagai kegiatan, termasuk latihan bela diri atau pencak silat.

Pesantren yang memiliki luas sekitar 7,4 hektare itu, kata dia, juga sangat sesuai untuk dijadikan pusat pendidikan Islam masa depan. "Saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah ikut mengambil bahagian dalam proses pembeliannya," tuturnya.

Pesantren itu berlokasi sekitar 120 kilometer (km) dari kota New York. Atau sekitar dua jam perjalanan dengan mengendarai mobil itu siap dipakai untuk ragam kegiatan Islam dan komunitas.

Sementara, mulai Senin (2/4) waktu setempat, juga akan diadakan pembersihan lokasi. Termasuk menebang sebagian pohon yang dianggap tidak relevan. "Bahkan lebih jauh proses demolishing atau penghancuran gedung-gedung tua yang tidak terpakai juga segera akan dimulai," kata Ali Shamsi.

Ia juga menceritakan niat baik pada awalnya untuk membuat sebuah muallaf centre di Amerika. Namun, kata dia, karena terkendala beberapa hal, dia sempat pesimistis atas gagasan tersebut.

"Sayang keinginan untuk mendirikan muallaf center itu mandeg karena satu dan lain hal. Qadarallah (Allah memutuskan lain) saya sempat pesimis untuk melanjutkan usaha pendirian muallaf center itu. Hingga suatu ketika tiba-tiba Allah SWT membuka jalannya yang lain. Bahwa sebuah niat baik untuk tujuan baik itu pasti ada jalannya," jelasnya.

Sementara dia juga berharap pembangunan pesantren itu cepat dilakukan. Bila perkembangan berjalan dengan lancar, kegiatan belajar pesantren akan dimulai pada awal bulan Juli tahun ini dengan “Boarding Summer Program” atau program pondok musim panas.

"Diharapkan juga beberapa fasilitas oleh raga telah disiapkan sehingga kegiatan outbound pemuda atau remaja dengan ragam kegiatan olah raga dapat dilakukan," kata dia.

Kepada Republika.co.id, dia juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk memberikan doa dan dukungannya. "Oleh karenanya dukungan semua pihak, termasuk kontribusi dana dan doa, sangat diharapkan," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement