Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Malam Kebersamaan Mahasiswa Muslim dan Yahudi

Sabtu 24 Feb 2018 18:13 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Esthi Maharani

Muslim dan Yahudi

Muslim dan Yahudi

Foto: manaz.net
Makan malam solidaritas penting untuk mempersatukan orang-orang Yahudi dan Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, LEWISBURG -- Mahasiswa Yahudi dan Muslim Bucknell University, Pennsylvania menggelar makan malam bersama pada Jumat (23/2) lalu. Mereka berkumpul dalam sebuah momen kebersamaan yang digelar khusus untuk menunjukkan solidaritas antar komunitas.

Ini adalah tahun kedua mereka menggelarnya. Presiden organisasi Yahudi di kampus, Manning Martus mengatakan acara tersebut telah membuat persepsi terhadap satu sama lain berubah banyak. "Kami senang bisa menggelar acara ini," kata dia dilansir Daily Items.

Kesan bahwa umat Islam dan Yahudi tidak akan pernah bisa bergaul telah terpatahkan. Kedua komunitas menikmati kebersamaan tersebut dan belajar lebih banyak tentang agama masing-masing.

Seorang mahasiswa asal Mesir, Omar El-Etr mengatakan makan malam solidaritas seperti ini penting untuk mempersatukan orang-orang Yahudi dan Muslim. "Kami (Muslim) biasanya adalah kelompok terpinggirkan, jadi kami merasa bahwa acara ini sangat penting untuk menunjukkan solidaritas kita satu sama lain," kata dia.

Penting agar antar komunitas merasa bahwa mereka saling mendukung. Omar mengaku acara tersebut benar-benar mengubah pandangannya tentang orang Yahudi. Makan malam solidaritas dimulai tahun lalu sebagai reaksi terhadap lonjakan kejahatan kebencian terhadap Muslim dan Yahudi di Amerika Serikat.

"Gagasan di balik makan malam bersama ini adalah untuk menegaskan dukungan kita terhadap martabat dan kemanusiaan sesama manusia," kata Rabbi Chana Leslie dari organisasi Glazer. Acara tahun kedua ini diselenggarakan secara merata oleh organisasi Glazer, Hillel, dan Mouhamadou Diagne dari komunitas Muslim.

Diagne mengatakan acara ini penting baik bagi orang Muslim maupun Yahudi untuk menjamin solidaritas. "Kita menghargai banyak hal serupa, saya juga berpikir ini saatnya kita perlu menampilkan persatuan," katanya.

Lebih lanjut ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa kebersamaan seperti ini bisa terjadi. Sebelum makan malam bersama, ada sebuah layanan doa Sabat Yahudi. Kemudian diikuti oleh sholat Maghrib berjamaah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA