Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Pemerintah Kelola Kurikulum Sekolah Islam

Jumat 22 Feb 2019 16:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Pemuda Muslim Selandia Baru

Pemuda Muslim Selandia Baru

Foto: newswire
Pada 2005, Pemerintah Selandia Baru mengambil alih sekolah Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Selandia Baru memiliki sejumlah masjid di pusat-pusat utama dan beberapa sekolah Islam. Di antaranya, Al-Madinah, Haleema Kindergarten, dan perguruan tinggi Zayed untuk perempuan.

Al-Madinah School adalah sekolah kawasan terpadu negara. Sekolah didirikan pada 17 Agustus 1992. Sekolah diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan negara pada 1996.

Baca Juga

Al-Madinah menawarkan kursus siswa dalam mata pelajaran Islam serta cakupan yang lengkap dari kurikulum Selandia Baru. Karakter Islam dibina oleh sekolah dengan menyediakan lingkungan yang mendukung dan mengembangkan pengetahuan dan praktik Islam mereka. Sekolah memainkan peran aktif dalam masyarakat setempat melalui keterlibatan dalam olahraga dan kegiatan budaya.

Pada 2005, Pemerintah Selandia Baru mengambil alih sekolah Islam. Hal ini disebabkan pemerintah khawatir kurikulum pendidikan Islam yang dibentuk bertentangan dengan kurikulum yang dibuat oleh pemerintah. Hingga saat ini, sekolah Islam berada di bawah pengendalian pemerintah.

Saat ini, guru-guru di sekolah Islam terbesar di Selandia Baru sedang memantau aktivitas online siswa mengingat meningkatnya kekhawatiran internasional atas kelompok-kelompok ekstremis menggunakan internet untuk merekrut anggota.

Kepala mata-mata nasional Selandia Baru, Rebecca Kitteridge, mengatakan, risiko serangan teroris di Selandia Baru telah meningkat selama satu tahun terakhir dari kelompok-kelompok ekstremis, seperti dunia Islam menggunakan internet, khususnya media sosial, untuk menyebarkan propaganda dalam upaya untuk merekrut calon anggotanya. Khususnya para remaja.

Untuk itu,  Departemen Pendidikan meminta sekolah-sekolah Selandia Baru bertanggung jawab atas kebijakan mereka dalam mengontrol aktivitas dunia maya para siswa. Hal ini untuk mencegah menyebarnya radikalisasi di sekolah-sekolah yang berada di Selandia Baru.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA