Senin 18 Feb 2019 13:23 WIB

Hujan Turun, Waktu Mustajab Berdoa

KH. Wahfiudin mengatakan bahwa setiap tetes hujan diiringi oleh malaikat.

Mudir Aam Jatman, KH Wafiuddin Sakam (tengah).
Foto: Dok Jatman
Mudir Aam Jatman, KH Wafiuddin Sakam (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, KALIBENING -- Ribuan jamaah hadiri Pengajian Akbar dan Istighatsah Kubra yang diadakan di Terminal Kalibening, Banjarnegara pada Ahad (17/2). Di tengah acara hujan deras mengguyur namun jamaah tetap bertahan, dan tetap khusuk mengikuti bimbingan zikir yang dipimpin oleh Mudir Am JATMAN, KH. Wahfiudin Sakam.

Gus Abdul Khalik pimpinan Pejuang Islam Nusantara (PIN) mengakui bahwa pemilihan tempat gelaran istighatsah di terminal ialah untuk syiar thariqah.

“Agar amaliah ahlussunnah wal jama’ah dalam hal ini adalah Istighatsah dan zikir thariqah, bisa lebih lestari dan diamalkan oleh masyarakat luas,” ucap Pengasuh Ponpes Al Mujahadah.

Jamaah yang sebagian besar wanita tersebut memilih menetap di bawah tenda dan sebagian kecil lainnya memencar ke bibir warung yang ada di sekitar terminal, sebagiannya lagi berlindung di bawah payungnya.

KH. Wahfiudin mengatakan bahwa setiap tetes hujan diiringi oleh malaikat. Itu sebabnya dianjurkan untuk berdoa dan merupakan waktu yang mustajab. Jamaah dalam posisi yang tidak seragam nampak tenggelam dalam zikir.

Acara yang diadakan sejak pagi pukul 08.00 tersebut diselenggarakan berkat kerjasama dengan jajaran Badan Otonom NU Kalibening seperti MWC NU, JATMAN, Muslimat, GP Ansor, Fatayat, Banser, Denwatser dan juga PIN ( Pejuang Islam Nusantara ).

“Penyelenggara sendiri ialah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kalibening dibantu panitia yang merupakan warga Kalibening,” ucap Bagyo wakil ketua panitia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement