Rabu 09 Jan 2019 14:14 WIB

Pendidikan Alquran Jadi Prioritas Muslim Niger

Masjid dan jalanan menjadi lokasi Muslim Niger belajar Alquran.

Muslim Niger menjalankan ibadah shalat.
Foto: Dailypost.ng
Muslim Niger menjalankan ibadah shalat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mereka menjunjung tinggi toleransi keagamaan terhadap cara hidup lainnya Penduduk Niger mayoritas Muslim sangat taat dalam menjalankan ajaran Islam.Mereka antusias untuk merealisasikan ajaran Islam dalam kehidupan seharihari, seperti halnya dalam ekonomi, dan juga pergaulan sehari-hari.

Namun mereka tidak berambisi untuk mendirikan negara Islam di sana. "Lebih dari sebelumnya, Islam berkembang disini tapi saya tidak meramalkan sebuah republik Islam dalam waktu dekat," kata Zakari Maikorema, sejarawan dan direktur Lembaga Studi Ilmu Pengetahuan Niger seperti dilansir reuters.

Negaranya termasuk yang termiskin di dunia. Sensus penduduk 1988 menunjukkan bahwa 98,7 persen dari 6 juta orang Niger beragama Islam. Populasi sejak itu telah meningkat menjadi sembilan juta sementara perkembangan ekonomi tidak signifikan.

Di ibu kota Niamey, Alquran memainkan peran kunci. Pada malam hari, orang banyak berkumpul berjam-jam di jalan berdebu depan masjid untuk mendengarkan para pengkhotbah yang menjelaskan kitab suci umat Islam ini.

Masjid menjadi daya tarik masyarakat yang kuat. Suara adzan yang berkumandang lima kali dalam sehari mengingatkan orang telah tiba waktunya untuk menghadap Allah. Jembatan elegan yang membentang di sungai Niger ditutupi dengan ungkapan tulisan tangan yang memuji Nabi Muhammad.

Ada keinginan untuk sebuah republik Islam di sini. Tapi negara awam pasca kolonial itu solid meski sementara ini kurang sarana, kata Maikorema.

Dia tidak berpikir dalam jangka pendek ada cukup banyak orang terpelajar dari berbagai kalangan. mereka sangat mungkin mewarnai dinamika keislaman masyarakat setempat. Tentunya ulama setempat akan tetap mendominasi corak keberagamaan. Mereka akan tetap men jaga nuansa Islam yang rahmatan lil alamin.

sumber : Islam Digest Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement