Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019

Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019

Muslimah Berjilbab Diduga Didiskriminasi Saat Perbarui SIM

Rabu 10 Okt 2018 15:47 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Ani Nursalikah

Indahnya alam di Maui, Hawaii

Indahnya alam di Maui, Hawaii

Foto: ist
Tobosa menerima lisensi sementara karena jilbab yang menutupi telinga di fotonya.

REPUBLIKA.CO.ID, HAWAII -- Kelompok hak asasi manusia The American Civil Liberties Union (ACLU) Hawaii mengatakan seorang wanita Muslim yang berjilbab mendapatkan diskriminasi dari pejabat perizinan lisensi mengemudi Big Island, Hawaii.

Dilansir di Daily Mail pada Rabu (10/10), ACLU mengatakan, kebijakan inkonstitusional membuat Laycie Tobosa sulit memperbarui lisensinya. ACLU telah mengirim surat kepada pejabat daerah pada Selasa, (9/10). Surat itu menyatakan Tobosa menerima lisensi sementara karena jilbab yang menutupi telinga di fotonya.

Dalam surat itu menyebutkan, Tobosa membutuhkan waktu 18 pekan untuk mendapatkan lisensi penuh. Tobosa juga diminta mengirimkan surat yang menegaskan keyakinan agamanya.

Namun, para pejabat Hawaii County tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar soal itu. ACLU mengatakan, apabila pejabat setempat tidak menanggapi dengan rencana perbaikan pada 1 November mendatang. ACLU akan mempertimbangkan opsi lain termasuk gugatan. ACLU meminta daerah lain di Hawaii mengonfirmasi mereka tidak memaksakan kebijakan serupa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA