Senin 26 Mar 2018 20:28 WIB

Ningxia Ubah Tulisan Label Halal dari Arab ke Pinyin

Bangunan berarsitektur gaya Arab akan diubah menjadi gaya tradisional Cina.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
 Daging halal di Cina.
Foto: chinadaily.com
Daging halal di Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, NINGXIA -- Daerah Otonomi Ningxia Hui di bagian barat laut Cina memperbaiki label makanan halal dengan menggunakan huruf pinyin sebagai pengganti bahasa atau tulisan Arab. Ningxia juga merekonstruksi bangunan-bangunan bergaya Islam di tengah pembahasan seputar kecenderungan pan-Islam di wilayah tersebut.

Warga dari Wuzhong dan Yinchuan mengonfirmasi kepada Global Times, restoran dan kedai makanan diwajibkan mengganti label makanan halal berbahasa Arab dengan label baru berkarakter Cina. Label baru tersebut termasuk karakter Cina untuk "makanan halal" dan tulisan pinyin "NING XIA" dan "QING ZHEN SHI PIN" di atasnya.

Menurut akun publik Wechat "islamRay", gerakan ini melingkupi banyak tempat di Ningxia. Pemilik yang tidak segera mengganti label makanan halal sebelumnya diminta mengubahnya.

Selain itu, ada pula foto yang beredar di internet yang menunjukkan pemberitahuan yang dipasang di supermarket di Yinchuan. Pemberitahuan itu menyatakan beberapa produk makanan telah dikeluarkan dari rak untuk mengganti label makanan halal.

Seorang karyawan di Asosiasi Islam Ningxia berbasis di Yinchuan mengatakan gerakan yang tengah berlangsung itu tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Namun, ia menolak berkomentar lebih jauh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ningxia telah menjadi pusat kontroversi atas kecenderungan pan-Islam. Hal itu lantaran beberapa pakar menyarankan pemerintah Ningxia harus mengambil langkah-langkah terhadap kecenderungan pan-halal dan pemikiran Islam yang dipengaruhi teologi umum di negara-negara Arab, yang disebut sebagai arabisasi. Dalam hal ini, mengubah label makanan halal bukanlah satu-satunya langkah yang telah diambil di Ningxia.

Sejumlah warganet mulai mengunggah gambar dari program rekonstruksi pada Sino-Arab Axis pada 17 Maret lalu, dan beberapa menyambut langkah itu. Sino-Arab Axis adalah tempat indah di Yinchuan, yang didirikan memperingati hubungan baik antara Cina dan dunia Arab.

Menurut departemen publisitas dari Komite Partai distrik Jinfeng di Yinchuan, arsitektur gaya Arab sebelumnya akan diubah menjadi gaya tradisional Cina. Dalam pernyataannya, hal itu merupakan upaya untuk menciptakan suasana yang bahagia, harmonis dan bersatu.

Li Anping, mantan wakil sekretaris jenderal China Anti-Cult Association (CACA) mengatakan langkah mengubah label makanan halal yang baru bertujuan memperbaiki pasar makanan halal dan menghentikan kecenderungan makanan pan-halal. Kendati demikian, ia mengatakan kritik pan-halal tidak boleh terlalu jauh dilakukan.

"Langkah ini sesuai dengan hukum dan kebijakan Cina tentang kebebasan beragama," kata Li Anping, dilansir di Global Times, Senin (26/3).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement