Kamis 15 Mar 2018 14:17 WIB

Bangkitnya Islam di Macedonia

Kaum Muslimin yang hidup di Macedonia umumnya berasal dari beragam latar belakang .

Muslim Macedonia usai shalat berjamaah..
Foto: lonelyplanet.com
Muslim Macedonia usai shalat berjamaah..

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Macedonia termasuk salah satu negara dengan populasi pemeluk agama Islam terbesar di benua Eropa. Menurut data statistik resmi pemerintah, jumlah Muslim di Macedonia pada 2002 mencapai 702 ribu jiwa lebih atau sekira 35 persen dari total penduduk negeri itu. Dengan demikian, Islam adalah agama terbesar kedua di Macedonia setelah Kristen Ortodoks.

Kaum Muslimin yang hidup di Macedonia umumnya berasal dari latar belakang suku dan budaya yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Albania, Turki, Romani, Bosniak, dan Macedonia asli.

Komunitas Albania merupakan etnis Muslim paling dominan di Macedonia yang jumlahnya mencapai 500 ribu jiwa lebih. Sebagian besar dari mereka tinggal di wilayah Polog dan kawasan barat negara itu.

Sementara, etnis Macedonia asli yang beragama Islam diperkirakan berkisar antara 40 ribu-100 ribu jiwa. “Mereka umumnya adalah keturunan masyarakat Kristen Ortodoks yang masuk Islam sejak berabad-abad yang lampau ketika Kesultanan Turki Ottoman menguasai Balkan,” ungkap Yaar Kalafat dalam penelitiannya, “Popular Beliefs Among the Macedonian Turks: Turkmens, Torbeshes, Turkbashis, Chenkeris and Yörüks”.

Menurut catatan, persentase populasi Muslim Macedonia sempat menyusut dari 36,76 persen pada 1904, menjadi 24,05 persen pada 1961. Namun, sejak 1971, angka tersebut kembali meningkat sehingga jumlah Muslim di negara itu kini mencapai 35 persen. Tidak hanya itu, Islam bahkan diproyeksikan bakal menjadi agama mayoritas di Macedonia pada 2050.

“Dalam 35 tahun mendatang, persentase umat Muslim di Macedonia diperkirakan akan mencapai 56,2 persen, menggeser posisi umat Kristen yang menjadi kelompok mayoritas saat ini,” ungkap Pew Research Center dalam laporannya “The Future of World Religions: Population Growth Projections, 2010-2050.”

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement