Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Meningkatnya Jumlah Muslim di Korea

Senin 12 Mar 2018 17:32 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Muslim di Korea Selatan.

Muslim di Korea Selatan.

Foto: Blogspot.com
Umat Muslim di Korea merupakan warga asli dan imigran.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Saat ini 150 ribu Muslim hidup di Korea Selatan (Korsel) baik warga asli maupun warga negara lain yang tinggal di Korea. Namun, statistik terakhir menyebutkan, sebanyak 30 persen dari jumlah tersebut adalah warga Korea asli.

Umat Muslim di Korea merupakan warga asli dan imigran. Muslim asli Korsel rata-rata berasal dari kalangan berpendidikan tinggi dan mengenyam pendidikan di luar negeri, terutama negara-negara Islam. Mereka sangat aktif menyebarkan Islam di masyarakat Korsel dan menyediakan dukungan sosial bagi umat Muslim yang baru tiba.

Sementara, imigran Muslim biasanya adalah Arab Timur Tengah. Bukan hanya didominasi warga asing dari negara-negara Arab, melainkan juga dari Timur Tengah secara umum. Jumlah imigran Muslim baik legal maupun ilegal diperkirakan mencapai 113.266 orang pada 2012.

Mereka yang datang ke Korsel biasanya merupakan pelajar dari negara Teluk yang telah menetap dan kemudian menjadi pebisnis. Namun, Muslim yang berasal dari Mesir, Sudan, dan lainnya biasanya hanya menjadi buruh kasar.

Meningkatnya jumlah Muslim di Korea juga disebabkan oleh pernikahan internasional antara warga Korsel dan warga asing yang beragama Islam. Sebanyak 140 ribu migran yang menetap di negara ini menikah sesuai data imigrasi Korsel pada 2012. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.687 orang merupakan Muslim, meski hanya sekitar 302 migran berasal dari Timur Tengah.

Korsel juga menjadi destinasi bagi para pelajar asing yang beragama Islam. Sejak 2008 Pemerintah Korsel aktif menarik minat studi mahasiswa asing dan memberikan beasiswa kepada tak kurang dari 3.000 siswa.

Setelah menyelesaikan gelar mereka, banyak pelajar Muslim yang mendapatkan pe kerjaan di Korsel. Mereka pun menjalin hubungan yang positif dengan penduduk lokal sehingga banyak warga asli Korsel yang mengenal Islam dan nilai budaya agama ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB