Kamis 02 Feb 2023 15:40 WIB

Ketua 1 Abad Diserang, Wasekjen PBNU: yang Harus Dikecam Itu yang Jualan Gus Dur

Waksekjen PBNU menyatakan puncak Harlah ditunggangi kepentingan politik

Wakil Sekjen PBNU Sulaeman Tanjung menyesalkan pernyataan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Abdussalam Shohib yang menyatakan puncak Harlah ditunggangi kepentingan politik.
Foto: Dok Pribadi
Wakil Sekjen PBNU Sulaeman Tanjung menyesalkan pernyataan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Abdussalam Shohib yang menyatakan puncak Harlah ditunggangi kepentingan politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekjen PBNU Sulaeman Tanjung menyesalkan pernyataan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Abdussalam Shohib yang menyatakan puncak Harlah ditunggangi kepentingan politik.

“Salam Shohib (Abdussalam Shohib) itu pengurus wilayah NU Jatim. Harusnya ikut mengayubagyo, cancut taliwondo bergotong royong membantu kepanitiaan Harlah, bukan malah nyerang kiri kanan,” kata Sulaeman, Kamis (2/2/23).

Sebelumnya dalam sebuah pernyataan yang kemudian dikirim ke berbagai media, Abdussalam Shohib menyerang Ketua SC 1 Abad NU Erick Thohir karena memasang spanduk selamat Harlah NU.

Salam Shohib yang merupakan Pakde dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar ini menilai bahwa pemasangan spanduk Erick Tohir tidak relevan.

Sebagai Ketua SC, wajar Erick Thohir memasang spanduk ucapan selama Harlah. Apalagi Erick juga warga NU dan bahkan menjadi anggota Banser. 

“Erick itu ketua SC, kader Banser bersertifikat. Mosok nggak boleh ngasih selamat datang. Justru yang harus disesalkan itu, Salam Shohib ini pengurus PWNU tuan rumah puncak harlah tapi cuma nonton dan sibuk kecam sana sini,” kata Sulaeman.

“Yang harus dikecam itu yang jualan Gus Dur tapi dia mengkhianati Gus Dur bahkan menyingkirkannya. Jualan NU tapi suul adab pada PBNU,” ujar Sulaeman. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement